[PR]上記の広告は3ヶ月以上新規記事投稿のないブログに表示されています。新しい記事を書く事で広告が消えます。
Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 31
Segera setelah menciptakan umat manusia, Tuhan mulai melibatkan diri-Nya dengan manusia dan berbicara kepada manusia, dan watak-Nya pun mulai diungkapkan kepada manusia. Dengan kata lain, dari sejak Tuhan pertama kali melibatkan diri-Nya dengan umat manusia, tanpa henti Dia mulai memberitahukan hakikat-Nya, apa yang dimiliki-Nya, dan siapa diri-Nya secara terbuka kepada manusia. Terlepas dari apakah orang-orang pada zaman dahulu atau orang-orang pada zaman sekarang mampu melihat atau memahami semua itu, singkatnya Tuhan berbicara kepada manusia dan bekerja di antara manusia, menyingkapkan watak-Nya dan mengungkapkan hakikat-Nya—yang merupakan sebuah kenyataan dan tidak terbantahkan oleh siapa pun. Ini juga berarti bahwa watak Tuhan, hakikat Tuhan, apa yang dimiliki-Nya dan siapa diri-Nya terus menerus dinyatakan dan diungkapkan tatkala Dia bekerja dan menjalin hubungan dengan manusia. Dia tidak pernah menutupi atau menyembunyikan apa pun dari manusia, melainkan menyatakannya secara terbuka dan melepaskan watak-Nya sendiri tanpa merahasiakan apa pun. Dengan demikian, Tuhan berharap manusia dapat mengenal-Nya serta memahami watak dan hakikat-Nya. Dia tidak ingin manusia menganggap watak dan hakikat-Nya sebagai misteri abadi, dan Dia juga tidak ingin umat manusia menganggap Tuhan sebuah teka-teki yang tidak pernah dapat dipecahkan. Hanya setelah umat manusia mengenal Tuhan, barulah mereka dapat mengetahui jalan ke depan dan menerima bimbingan Tuhan, dan hanya umat manusia seperti inilah yang dapat sungguh-sungguh hidup di bawah kekuasaan Tuhan, hidup di dalam terang, dan hidup di tengah berkat Tuhan.
Firman dan watak yang dinyatakan dan diungkapkan Tuhan merepresentasikan kehendak dan juga hakikat-Nya. Ketika Tuhan menjalin hubungan dengan manusia, tidak peduli apa pun yang Dia katakan atau lakukan, atau watak apa yang Dia ungkapkan, dan tidak peduli apa pun yang manusia lihat dari hakikat-Nya, apa yang dimiliki-Nya dan siapa diri-Nya, semuanya itu merepresentasikan kehendak Tuhan bagi manusia. Terlepas dari seberapa banyak manusia mampu menyadari, mengerti atau memahaminya, semua itu merepresentasikan kehendak Tuhan—kehendak Tuhan bagi manusia. Ini tidak diragukan lagi! Kehendak Tuhan bagi umat manusia adalah bagaimana Dia menuntut mereka menjadi apa, apa yang Dia tuntut mereka lakukan, bagaimana Dia menuntut mereka menjalani hidup, dan bagaimana Dia menuntut mereka agar mampu memenuhi kehendak Tuhan. Apakah hal-hal ini tidak terpisahkan dari hakikat Tuhan? Dengan kata lain, Tuhan menyatakan watak-Nya, semua yang Dia miliki dan siapa diri-Nya dan pada saat yang sama membuat tuntutan terhadap manusia. Tidak ada kepalsuan dan kepura-puraan, tidak ada yang ditutupi, dan ditambah-tambahkan. Namun mengapa manusia tidak mampu mengetahui, dan mengapa ia tidak pernah mampu memahami watak Tuhan dengan jelas? Mengapa manusia tidak pernah menyadari kehendak Tuhan? Apa yang diungkapkan dan dinyatakan oleh Tuhan adalah apa yang Tuhan sendiri miliki dan siapa diri-Nya, serta setiap bagian dan sisi dari watak-Nya yang sebenarnya—jadi mengapa manusia tidak dapat melihatnya? Mengapa manusia tidak mampu memiliki pengetahuan yang menyeluruh? Ada alasan penting untuk hal ini. Apakah alasannya? Sejak saat penciptaan, manusia tidak pernah menganggap Tuhan sebagai Tuhan. Di masa-masa paling awal, tidak peduli apa pun yang Tuhan lakukan yang berkaitan dengan manusia, manusia yang baru saja diciptakan itu menganggap-Nya tidak lebih dari seorang pendamping, seseorang untuk diandalkan, serta tidak memiliki pengetahuan atau pemahaman tentang Tuhan. Artinya, manusia tidak mengetahui bahwa apa yang dinyatakan oleh Pribadi ini—Pribadi yang ia andalkan dan ia anggap sebagai pendamping ini—adalah hakikat Tuhan, dan manusia juga tidak mengetahui bahwa Pribadi ini adalah Pribadi yang mengatur segala sesuatu. Secara sederhana, manusia pada masa itu, tidak mengenali Tuhan sama sekali. Mereka tidak tahu bahwa langit dan bumi dan segala sesuatu telah dijadikan oleh-Nya, dan mereka tidak tahu dari mana Dia berasal dan terlebih lagi, tidak tahu siapa diri-Nya. Tentu saja, pada saat itu Tuhan tidak menuntut manusia untuk mengenal atau memahami diri-Nya, untuk mengerti semua yang Dia lakukan atau mengetahui kehendak-Nya, karena ini merupakan masa-masa paling awal setelah penciptaan manusia. Ketika Tuhan memulai persiapan untuk pekerjaan di Zaman Hukum Taurat, Tuhan melakukan beberapa hal kepada manusia dan juga mulai memberi mereka beberapa tuntutan, memberi tahu mereka cara memberikan persembahan dan beribadah kepada Tuhan. Baru kemudian manusia mendapatkan beberapa gagasan sederhana tentang Tuhan. Baru kemudian mereka mengetahui perbedaan antara manusia dan Tuhan, dan bahwa Tuhan adalah Pribadi yang menciptakan umat manusia. Ketika manusia tahu bahwa Tuhan adalah Tuhan dan manusia adalah manusia, terbentanglah jarak tertentu antara diri mereka dan Tuhan, tetapi Tuhan tetap tidak meminta manusia untuk memiliki pengetahuan yang luas atau pemahaman yang mendalam tentang diri-Nya. Jadi, Tuhan memberi kepada manusia persyaratan yang berbeda berdasarkan pada tahap dan keadaan pekerjaan-Nya. Apakah yang engkau semua lihat dalam hal ini? Aspek apakah dari watak Tuhan yang engkau semua pahami? Apakah Tuhan itu nyata? Apakah tuntutan Tuhan terhadap manusia sesuai? Selama masa-masa paling awal setelah Tuhan menciptakan manusia, ketika Tuhan baru akan melakukan pekerjaan penaklukan dan penyempurnaan dalam diri manusia, dan belum menyampaikan terlalu banyak firman kepada mereka, Dia hanya menuntut sedikit dari manusia. Terlepas dari apa yang manusia lakukan dan cara mereka berperilaku—bahkan jika mereka melakukan beberapa hal yang menyinggung Tuhan—Tuhan mengampuni dan mengabaikan semuanya. Ini karena Tuhan tahu apa yang telah Dia berikan kepada manusia dan apa yang ada dalam diri manusia, dan dengan demikian Dia pun tahu standar tuntutan apa yang harus Dia buat bagi manusia. Meskipun standar tuntutan-Nya pada saat itu sangat rendah, bukan berarti bahwa watak-Nya tidak agung, atau bahwa hikmat dan kemahakuasaan-Nya hanyalah kata-kata kosong. Bagi manusia, hanya ada satu cara untuk mengetahui watak Tuhan dan Tuhan itu sendiri, yaitu dengan mengikuti langkah-langkah pekerjaan pengelolaan Tuhan dan penyelamatan manusia, dan menerima firman yang Tuhan sampaikan kepada umat manusia. Setelah mengetahui apa yang Tuhan miliki dan siapa diri-Nya serta mengetahui watak Tuhan, apakah manusia akan tetap meminta kepada Tuhan agar Dia menunjukkan pribadi-Nya yang nyata kepada manusia? Manusia tidak akan dan tidak berani memintanya, karena dengan memahami watak Tuhan, apa yang dimiliki-Nya dan siapa diri-Nya, manusia telah melihat Tuhan itu sendiri yang sebenarnya, dan telah menyaksikan pribadi-Nya yang nyata. Ini adalah hasil yang tidak terelakkan.
Karena pekerjaan dan rencana Tuhan berkembang maju tanpa henti, dan setelah Tuhan menetapkan perjanjian pelangi dengan manusia sebagai tanda bahwa Dia tidak akan pernah lagi menghancurkan dunia dengan menggunakan air bah, Tuhan memiliki keinginan yang semakin kuat untuk mendapatkan mereka yang bisa sepikiran dengan-Nya. Karena itu, Dia juga memiliki harapan yang jauh lebih mendesak untuk mendapatkan mereka yang mampu melakukan kehendak-Nya di bumi, dan terlebih lagi, untuk mendapatkan sekelompok orang yang mampu membebaskan diri dari kekuatan kegelapan, dan yang tidak terikat oleh Iblis, dan mampu menjadi saksi bagi Dia di bumi. Mendapatkan sekelompok orang seperti itu adalah harapan Tuhan sejak lama, sesuatu yang Dia telah nantikan dari sejak saat penciptaan. Jadi, terlepas dari Tuhan menggunakan air bah untuk menghancurkan dunia, atau terlepas dari perjanjian-Nya dengan manusia, kehendak, kerangka berpikir, rencana dan harapan Tuhan semuanya tetap sama. Apa yang ingin Dia lakukan, yang dirindukan-Nya jauh sebelum waktu penciptaan, adalah mendapatkan mereka yang ingin Dia dapatkan di antara umat manusia—mendapatkan sekelompok orang yang mampu memahami dan mengetahui watak-Nya serta mengerti kehendak-Nya, sekelompok orang yang mampu menyembah-Nya. Kelompok orang-orang semacam inilah yang benar-benar mampu menjadi saksi bagi-Nya, dan mereka bisa dikatakan sebagai orang-orang kepercayaan-Nya.
Dikutip dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
Tuhan Berharap Manusia Dapat Mengenal dan Memahami-Nya
Dari sejak Tuhan pertama kali melibatkan diri-Nya dengan umat manusia, tanpa henti Dia mulai memberitahukan hakikat-Nya, apa yang dimiliki-Nya, dan siapa diri-Nya secara terbuka kepada manusia. Terlepas dari apakah orang-orang segala zaman mampu melihat atau memahami semua itu, Tuhan berbicara kepada manusia dan bekerja di antara manusia, menyingkapkan watak-Nya dan mengungkapkan hakikat-Nya. Dia tidak pernah menutupi atau menyembunyikan apa pun dari manusia, melainkan menyatakannya secara terbuka dan melepaskan watak-Nya sendiri tanpa merahasiakan apa pun. Watak Tuhan, hakikat Tuhan, apa yang dimiliki-Nya dan siapa diri-Nya terus menerus dinyatakan tatkala Dia bekerja dan menjalin hubungan dengan manusia.
Tuhan berharap manusia dapat mengenal-Nya serta memahami watak dan hakikat-Nya. Dia tidak ingin manusia menganggap watak dan hakikat-Nya sebagai misteri abadi, dan Dia juga tidak ingin umat manusia menganggap Tuhan sebuah teka-teki yang tidak pernah dapat dipecahkan. Dia tidak pernah menutupi atau menyembunyikan apa pun dari manusia, melainkan menyatakannya secara terbuka dan melepaskan watak-Nya sendiri tanpa merahasiakan apa pun. Watak Tuhan, hakikat Tuhan, apa yang dimiliki-Nya dan siapa diri-Nya terus menerus dinyatakan tatkala Dia bekerja dan menjalin hubungan dengan manusia.
Hanya setelah umat manusia mengenal Tuhan, barulah mereka dapat mengetahui jalan ke depan dan menerima bimbingan Tuhan. Mereka dapat sungguh-sungguh hidup di bawah kekuasaan Tuhan, hidup di dalam terang, dan hidup di tengah berkat Tuhan. Dia tidak pernah menutupi atau menyembunyikan apa pun dari manusia, melainkan menyatakannya secara terbuka dan melepaskan watak-Nya sendiri tanpa merahasiakan apa pun. Watak Tuhan, hakikat Tuhan, apa yang dimiliki-Nya dan siapa diri-Nya terus menerus dinyatakan tatkala Dia bekerja dan menjalin hubungan dengan manusia. Dia tidak pernah menutupi atau menyembunyikan apa pun dari manusia, terus menerus dinyatakan tatkala Dia bekerja dan menjalin hubungan dengan manusia.
dari "Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru"
Bagaimana orang Kristen melakukan renungan rohani agar hubungan dengan Tuhan menjadi lebih normal? renungan harian kristen membantu Anda memasuki kehidupan rohani yang normal dan lebih dekat dengan Tuhan.
コメント