"Buku"カテゴリーの記事一覧
-
×
[PR]上記の広告は3ヶ月以上新規記事投稿のないブログに表示されています。新しい記事を書く事で広告が消えます。
-
Kasih yang Berbeda
Sebuah kesempatan yang tak terduga pada tahun 2011 memungkinkan aku untuk datang ke Brasilia dari Tiongkok. Ketika baru saja tiba, aku diliputi dengan pengalaman-pengalaman yang baru dan menyegarkan serta dipenuhi rasa ingin tahu, dan aku memiliki perasaan yang baik tentang masa depan. Namun setelah beberapa saat, perasaan yang baru dan menyegarkan ini segera digantikan oleh kesepian dan rasa sakit karena mendapati diriku berada di negeri asing yang jauh. Setiap hari aku pulang ke rumah sendirian dan makan sendirian, sambil menatap dinding di sekelilingku hari demi hari tanpa ada seorang pun yang bisa diajak bicara. Aku merasa sangat kesepian, dan kerap menangis dengan diam-diam. Tepat ketika aku merasa sangat tertekan dan tidak berdaya, Tuhan Yesus membawaku ke sebuah pertemuan melalui seorang teman. Melalui Pembacaan firman Tuhan,menyanyikan lagu-lagu pujian, dan berdoa dalam pertemuan-pertemuan, hatiku yang sepi dihibur oleh Tuhan. Aku mengetahui dari Alkitab bahwa langit dan bumi dan segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan, dan bahwa manusia juga merupakan ciptaan Tuhan. Aku juga mengetahui bahwa Tuhan Yesus disalibkan demi penebusan umat manusia, bahwa Tuhan Yesus–lah yang menebus kita dari dosa, dan bahwa Dialah satu-satunya Penebus umat manusia. Setelah memasuki hadirat penyelamatan Tuhan, yang lebih besar dari segalanya, aku merasa sangat tersentuh dan bertekad untuk mengikuti Tuhan selama sisa hidupku. Karena itu aku dibaptis pada hari Thanksgiving dan secara resmi menjadi seorang Kristen. Karena aku suka menyanyi, terutama menyanyikan lagu pujian untuk memuji Tuhan, setelah dibaptis, aku secara aktif terlibat dalam pekerjaan bagi gereja dengan menjadi anggota paduan suara. Oleh bimbingan dan berkat Tuhan, aku hidup dalam kedamaian dan kebahagiaan. Setiap kali aku menghadiri pertemuan atau memuji Tuhan dalam ibadah, aku merasa penuh dengan semangat.Namun masa-masa indah tidak berlangsung selamanya, dan ketika aku memasuki barisan pelayanan gereja, secara berangsur-angsur aku mulai melihat bahwa saudara-saudari di gereja di luarnya tampak saling memperhatikan dan menjaga, dan mereka semuanya tampak rukun satu sama lain, tetapi sebenarnya semua yang mereka katakan dan lakukan adalah demi kepentingan mereka sendiri. Mereka tidak ingin menanggung kerugian secara pribadi ketika melakukan pekerjaan pelayanan gereja, dan sering bergosip di belakang satu sama lain tentang siapa yang berbuat lebih banyak dan siapa yang berbuat lebih sedikit. Bahkan pendetanya sangat gila hormat. Dia memperlakukan orang berdasarkan jumlah sumbangan mereka, dan secara khusus menyebutkan tentang sumbangan setiap kali dia berkhotbah. Setiap kali dia datang ke sebuah pertemuan, masalah yang paling diperhatikan pendeta adalah apakah orang memberikan sumbangan atau tidak, dan berapa banyak yang mereka berikan, dan dia tidak mau mendengar apa pun tentang kehidupan saudara-saudari. Dia berbicara tentang kasih tetapi aku tidak pernah melihatnya mengambil tindakan nyata. Setiap kali seorang saudara atau saudari mengalami kesulitan, pendeta tidak akan membantu atau mendukung mereka. Namun yang lebih keterlaluan lagi adalah bahwa ia masih juga akan mengkritik orang serta memandang rendah saudara-saudari yang tak berdaya dan tidak punya uang itu. Ketika aku melihat situasi ini di gereja, aku kecewa tetapi juga bingung: Bagaimana mungkin gereja telah berubah menjadi tiada bedanya dengan masyarakat pada umumnya? Perlahan-lahan, aku kehilangan kasih dan iman yang telah kumiliki pada awalnya, dan aku tidak lagi berpartisipasi dengan begitu aktif ketika aku pergi ke gereja pada hari Minggu. Aku bahkan tidak ingin bernyanyi. Setiap minggu ketika aku pergi ke gereja, aku akan berdiri di luar minum kopi atau tidur sebentar di bangku gereja. Ketika khotbah selesai, aku akan memberikan sumbangan dan berjalan keluar, dan aku akan selalu pergi dengan perasaan sedih dan tak berdaya di hatiku.PR -
Mengungkap Misteri di Balik Matius 24:36: "Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu"Oleh Saudari XinjieKeempat bulan berdarah telah muncul, dan bencana-bencana seperti gempa bumi, kelaparan, dan epidemi semakin sering terjadi. Nubuat-nubuat tentang kedatangan kembali Tuhan pada dasarnya telah digenapi, dan beberapa orang telah secara terbuka memberi kesaksian secara daring bahwa Dia telah datang. Beberapa saudara-saudari kebingungan, karena dengan jelas tertulis dalam Alkitab: "Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, tidak juga malaikat di surga, maupun Anak, hanya Bapa-Ku yang di surga yang tahu" (Matius 24:36). Bagaimana mereka bisa tahu bahwa Tuhan telah datang kembali? Apakah Dia benar-benar telah datang kembali? Apa yang harus kita lakukan untuk dapat menyambut Dia? Marilah kita mempersekutukan pertanyaan ini bersama-sama.
"Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu"—Apa maksud ayat ini?
Beberapa saudara-saudari percaya, berdasarkan ayat Alkitab ini, "Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu" bahwa ketika Tuhan datang kembali, tak ada seorang pun yang akan tahu. Inilah sebabnya tak seorang pun dari mereka yang percaya atau mempertimbangkan klaim dari orang-orang yang menyebarkan kabar tentang kedatangan Tuhan kembali. Apakah ini benar-benar pemahaman yang benar, atau tidak? Apakah itu sesuai dengan kehendak Tuhan? Tuhan Yesus pernah bernubuat: "Dan pada tengah malam terdengar teriakan, 'Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'" (Matius 25:6). "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku" (Wahyu 3:20). Kita dapat memahami dari ayat-ayat Alkitab ini bahwa setelah Tuhan datang kembali pada akhir zaman, Dia akan mengetuk pintu kita dengan firman-Nya, dan bahkan akan meminta kita keluar dan menyambut-Nya dengan berseru, "mempelai laki-laki datang." Karena ada orang-orang yang mengabarkan kepada kita tentang kedatangan Tuhan kembali, ini menunjukkan bahwa ketika Dia telah datang, Dia pasti akan memberi tahu manusia. Jelas sekali, memahami "Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu" dengan pengertian bahwa tak ada seorang pun yang mengetahui kedatangan Tuhan kembali setelah itu terjadi adalah sama sekali keliru.Jadi bagaimana seharusnya kita menafsirkan ayat Alkitab ini? Kita dapat menghubungkan ayat-ayat berikut ini: "Sekarang, pelajarilah perumpamaan tentang pohon ara; Ketika rantingnya melunak, dan mengeluarkan daun, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat: Demikian juga kamu, ketika kamu akan melihat semua hal ini, tahu bahwa itu sudah dekat, bahkan di depan pintu. Langit dan bumi akan berakhir, tapi firman-Ku tidak akan berakhir. Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, tidak juga malaikat di surga, maupun Anak, hanya Bapa-Ku yang di surga yang tahu" (Matius 24:32-36). "Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga" (Matius 24:44). Dan Wahyu 3:3 berkata, "Jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang kepadamu bagaikan pencuri dan engkau tidak akan tahu kapan waktunya Aku akan datang kepadamu." Ayat-ayat ini menggunakan tanda-tanda kedatangan kembali Tuhan untuk memberi tahu kita. Ayat-ayat itu menyebutkan bahwa "Anak Manusia akan datang" dan "bagaikan pencuri". "Anak Manusia" sesungguhnya mengacu kepada Tuhan yang berinkarnasi; tubuh rohani tidak bisa disebut Anak Manusia. Hanya seseorang seperti Tuhan Yesus—Roh Tuhan yang mengenakan daging, yang telah datang di antara manusia untuk melakukan pekerjaan yang sangat praktis, yang memiliki kemanusiaan yang biasa—yang dapat disebut Anak Manusia. "Bagaikan pencuri" artinya datang dengan diam-diam dan secara rahasia. Dari sini jelas bahwa kedatangan Tuhan melibatkan Dia turun ke bumi secara diam-diam dalam daging sebagai Anak Manusia. Mengingat bahwa Dia turun secara rahasia, kita tidak akan melihat-Nya dengan mudah, karena hari dan saat Tuhan menampakkan diri sebagai manusia yang berinkarnasi tidak diketahui oleh semua orang. Dengan kata lain, "Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu" artinya tak ada seorang pun yang tahu kapan tepatnya kedatangan Tuhan kembali. Namun, setelah Dia datang untuk berbicara dan bekerja, pasti akan ada beberapa orang yang mengetahuinya, dan inilah saatnya kita harus sadar. Ketika kita mendengar orang-orang menyebarkan Injil tentang kedatangan Tuhan kembali, kita harus mencari dan menyelidiki; baru setelah itu kita dapat menyambut Tuhan dan makan bersama-sama Dia. Namun, sekarang, kita tidak saja belum sadar, tetapi kita juga tidak pergi untuk mencari atau menyelidiki saat kita mendengar orang lain menyebarkan kabar tentang kedatangan Tuhan kembali. Dengan demikian, bukankah itu berarti kita belum kita memahami kehendak Tuhan? Marilah kita membaca beberapa ayat lagi dari firman Tuhan, dan kita akan mendapatkan pemahaman dari ayat-ayat Alkitab ini.Tuhan Yang Mahakuasa telah berfirman: "Pada waktu fajar menyingsing, tanpa sepengetahuan siapa pun, Tuhan datang ke bumi dan memulai kehidupan-Nya dalam rupa manusia. Manusia tidak menyadari momen ini. Mungkin mereka semua sedang tertidur pulas, mungkin banyak yang terjaga dengan waspada sambil menunggu, dan mungkin banyak yang sedang berdoa dalam hati kepada Tuhan yang di surga. Namun di antara sekian banyak orang ini, tidak seorang pun mengetahui bahwa Tuhan telah tiba di bumi" ("Pekerjaan dan Jalan Masuk (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Pada mulanya, waktu Yesus belum secara resmi melakukan pelayanan-Nya, seperti murid-murid yang mengikuti-Nya, kadang-kadang Yesus juga menghadiri pertemuan ibadah, dan menyanyikan lagu pujian, memuji, dan membaca Perjanjian Lama dalam Bait Suci. Setelah Dia dibaptis dan keluar dari air, Roh secara resmi turun ke atas-Nya dan mulai bekerja, menyingkapkan identitas-Nya dan pelayanan yang harus dilakukan-Nya. Sebelum ini, tidak ada seorang pun yang mengetahui identitasnya, selain Maria, bahkan Yohanes pun tidak. Yesus berusia 29 tahun pada waktu dibaptis. Setelah pembaptisan-Nya selesai, surga terbuka, dan sebuah suara berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-NyTuhan Aku berkenan." Setelah Yesus dibaptis, Roh Kudus mulai memberikan kesaksian tentang Dia dengan cara ini. Sebelum dibaptis pada usia 29 tahun, Dia menjalani hidup manusia biasa, makan pada waktu makan, tidur dan berpakaian secara normal, dan tak ada sesuatu dalam diri-Nya yang berbeda dengan orang lain. Tentunya hal ini hanyalah di mata manusia yang bersifat daging. … Alkitab tidak mencatat apa yang Dia lakukan sebelum Dia dibaptis karena Dia tidak melakukan pekerjaan ini sebelum Dia dibaptis. Dia hanyalah manusia biasa, dan merepresentasikan manusia biasa. Sebelum Yesus memulai pelayanan-Nya, Dia tidak ada bedanya dengan orang biasa, dan orang lain tidak dapat melihat perbedaan dalam diri-Nya. Baru setelah mencapai usia 29 tahun, Yesus menyadari bahwa Dia datang untuk menyelesaikan suatu tahap pekerjaan Tuhan. Sebelumnya, Dia sendiri tidak mengetahuinya, sebab pekerjaan yang dilakukan Tuhan tidaklah supernatural" ("Mengenai Sebutan dan Identitas" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").Kita dapat memahami dari firman Tuhan Yang Mahakuasa bahwa tak ada seorang pun yang tahu ketika Tuhan turun ke bumi sebagai daging yang berinkarnasi; bahkan Anak Manusia tidak tahu. Hanya Roh di surga yang mengetahuinya. Namun, ketika Tuhan mulai melakukan pekerjaan-Nya, Roh Kudus memberikan kesaksian tentang pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, dan kemudian memakai para pengikut Tuhan untuk menyebarkan Injil; orang-orang kemudian secara berangsur-angsur mengetahuinya. Sama seperti pada awalnya, Tuhan Yahweh memakai seorang nabi untuk menubuatkan kedatangan Mesias, tetapi kapan dan di mana Mesias akan datang, hanya Tuhan Yahweh yang tahu. Ketika Tuhan Yesus datang kembali dalam rupa manusia untuk bekerja, Dia sendiri bahkan pada awalnya tidak tahu bahwa Dia adalah Sang Mesias, bahwa Dia datang untuk melakukan pekerjaan penebusan. Dia menjalani kehidupan normal seperti manusia biasa. Orang lain juga tidak mengetahui bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, inkarnasi Tuhan itu sendiri. Setelah Tuhan Yesus dibaptis, Roh Kudus mulai memberikan kesaksian kepada-Nya dan Tuhan Yesus mulai mengungkapkan jalan bagi pertobatan manusia, mendemonstrasikan tanda-tanda dan mukjizat Tuhan, dan menyembuhkan orang sakit serta mengusir setan. Beberapa orang berangsur-angsur mulai mengenali bahwa Tuhan Yesus adalah Sang Mesias. Mereka yang pertama kali menerima pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, seperti Petrus dan Yohanes, kemudian mulai melakukan perjalanan ke mana-mana, menyebarkan Injil Tuhan. Jadi keselamatan Tuhan mulai dikenal oleh semakin banyak orang, dan ini telah diturunkan dari zaman ke zaman sampai hari ini. Sekarang ada orang-orang percaya di setiap belahan dunia.Tuhan Yesus juga memberikan nubuat-nubuat ini untuk akhir zaman: "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12–13). "Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:48). Dan Alkitab mencatat: "Sucikanlah mereka dengan kebenaran-Mu: firman-Mu adalah kebenaran" (Yohanes 17:17). "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan" (1 Petrus 4:17). Ketika Tuhan datang kembali, Dia mengungkapkan kebenaran yang lebih banyak dan lebih mulia daripada yang ada di Zaman Kasih Karunia, sesuai dengan tingkat pertumbuhan kita. Dia menghakimi dan menyucikan kita dengan firman-Nya sehingga kita dapat membebaskan diri dari ikatan dosa dan dengan demikian disucikan dan diubahkan. Jadi, ketika Tuhan datang kembali pada akhir zaman untuk menampakkan diri dan melakukan pekerjaan, tentu ada beberapa orang yang mendengar suara Tuhan dan menerima pekerjaan-Nya, dan kemudian melakukan perjalanan ke seluruh dunia untuk menyebarkan kabar baik tentang kedatangan Tuhan kembali. Ini sama dengan ketika kita pertama kali percaya kepada Tuhan; kita baru menerimanya setelah mendengar orang lain menyebarkan Injil tentang penyaliban. Seperti yang tertulis dalam Alkitab, "Demikianlah iman datang dengan mendengar, dan mendengar firman Tuhan" (Roma 10:17).Karena itu, ketika kita mendengar kabar tentang kedatangan Tuhan kembali, kita sama sekali tidak boleh menolaknya secara membabi buta; kita hendaknya mencari dengan pikiran terbuka, bertanya kepada mereka yang menyebarkan Injil, pekerjaan apa yang telah Tuhan lakukan sejak kedatangan-Nya kembali, dan firman apa yang telah Dia ucapkan. Jika kesaksian mereka sesuai dengan nubuat Tuhan, ini adalah bukti bahwa Dia memang telah datang kembali untuk menampakkan diri dan melakukan pekerjaan, dan dengan menerima dan tunduk, kita akan menyambut Tuhan. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Berhubung kita sedang mencari jejak langkah Tuhan, maka kita pun harus mencari kehendak Tuhan, firman Tuhan, perkataan Tuhan—sebab, di mana pun ada firman baru yang diucapkan Tuhan, suara Tuhan ada di sana, dan di mana pun ada langkah kaki Tuhan, perbuatan Tuhan juga ada di sana. Di mana pun ada pengungkapan Tuhan, di sanalah Tuhan menampakkan diri, dan di mana pun Tuhan menampakkan diri, di situlah kebenaran, dan jalan, dan hidup ada. Dalam mencari jejak langkah Tuhan, engkau sekalian telah mengabaikan firman yang mengatakan bahwa 'Tuhan adalah kebenaran, dan jalan, dan hidup.' Itulah sebabnya, banyak orang, bahkan pada saat mereka menerima kebenaran, tidak percaya bahwa mereka telah menemukan jejak langkah Tuhan, apalagi mengakui penampakan Tuhan. Ini kesalahan yang sangat fatal!" ("Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").Di seluruh dunia, hanya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang secara terbuka memberi kesaksian bahwa Tuhan telah datang kembali—yaitu, bahwa Kristus akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa, telah mengungkapkan banyak kebenaran dan telah melakukan pekerjaan menghakimi dan mentahirkan manusia. Sebagian besar perkataan Tuhan Yang Mahakuasa dicatat dalam buku Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia. Firman Tuhan telah menjelaskan setiap aspek kebenaran. Itu berbicara dengan sangat jelas tentang misteri inkarnasi Tuhan, kebenaran yang terkandung di dalam Alkitab, tujuan dari rencana pengelolaan Tuhan selama enam ribu tahun bagi umat manusia, perbedaan antara pekerjaan-Nya dan pekerjaan manusia, serta bagaimana Tuhan menghakimi dan mentahirkan orang, bagaimana seharusnya manusia mengenal Tuhan, bagaimana Tuhan menentukan kesudahan dan tempat tujuan untuk setiap manusia, dan sebagainya. Semua kebenaran ini berhubungan dengan pekerjaan Tuhan sendiri; semua itu adalah misteri yang dengan jelas menunjukkan jalan menuju keselamatan bagi kita. Kita harus berusaha memahami apakah memang Roh Kudus-lah yang berkata-kata kepada gereja-gereja, dan apakah memang Tuhan akhir zaman-lah yang melakukan pekerjaan penghakiman-Nya yang dimulai dari rumah-Nya. Inilah caranya kita dapat menguji kebenaran apakah Tuhan Yang Mahakuasa benar-benar Tuhan Yesus yang datang kembali. Aku percaya bahwa asalkan kita memiliki hati yang mencari, Tuhan akan menuntun kita untuk menyambut kedatangan Tuhan kembali! Ini karena, seperti yang Tuhan Yesus katakan: "Diberkatilah orang yang miskin dalam roh: karena kerajaan surga adalah milik mereka" (Matius 5:3). -
Perintah-Perintah Zaman BaruEngkau sekalian telah diperintahkan untuk memperlengkapi diri dengan firman Tuhan, bahwa terlepas dari apa pun yang dirancangkan bagimu sekalian, semuanya itu diatur oleh tangan Tuhan sendiri, sehingga tidak perlu engkau berdoa begitu sungguh-sungguh dan bermohon—semua itu tidak ada gunanya. Namun dalam kondisi saat ini, masalah-masalah nyata yang engkau sekalian hadapi tidak terbayangkan olehmu. Jika engkau sekalian semata menantikan pengaturan Tuhan, kemajuanmu akan terlampau lambat, dan bagi mereka yang tidak tahu bagaimana mengalaminya akan terjadilah banyak kepasifan. Karena itu, bila engkau tidak mampu memahami hal ini sepenuhnya, engkau akan mengalaminya dalam kebingungan dan kebodohan. Jika yang engkau miliki hanyalah firman tanpa kenyataan, bukankah itu pertanda kekeliruan? Banyak kekeliruan yang terlihat di antara engkau sekalian, dalam kelompok ini. Saat ini engkau sekalian tidak mampu menang atas ujian-ujian tertentu, seperti menjadi "pelaku pelayanan," atau dengan kata lain, tidak mampu membayangkan atau menyelesaikan proses pemurnian lain yang berkaitan dengan firman Tuhan, engkau sekalian harus melakukan banyak hal yang dituntut untuk engkau sekalian lakukan. Dengan kata lain, orang harus menunaikan sekian banyak tugas yang harus mereka laksanakan. Inilah yang harus orang-orang lakukan dan selesaikan. Biarkan Roh Kudus melakukan apa yang harus Roh Kudus lakukan; manusia tidak dapat ambil bagian di dalamnya. Manusia harus melakukan apa yang harus dilakukan manusia, yang tidak ada kaitannya dengan Roh Kudus. Tidak melakukan hal yang lain kecuali yang harus dilakukan manusia, dan harus melakukannya sebagai perintah, sama seperti melakukan hukum Taurat Perjanjian Lama. Meskipun saat ini bukan lagi Zaman Hukum Taurat, masih banyak firman sejenis hukum Taurat yang harus dilakukan, dan firman itu tidak dapat dilakukan semata dengan bergantung pada jamahan Roh Kudus, namun harus dilakukan oleh manusia. Contohnya: Engkau sekalian tidak boleh menilai pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang nyata. Engkau sekalian tidak boleh menentang orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian. Di hadapan Tuhan, engkau harus tahu diri dan tidak boleh bersikap kurang ajar. Berhati-hatilah dalam ucapan dan perkataanmu dan tindakan-tindakanmu haruslah mengikuti pengaturan orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian, engkau sekalian harus menghormati kesaksian Tuhan. Engkau sekalian tidak boleh mengabaikan pekerjaan Tuhan dan firman yang keluar dari mulut-Nya. Engkau tidak boleh menirukan nada suara dan tujuan perkataan Tuhan. Secara lahiriah, engkau tidak boleh melakukan apa pun yang jelas-jelas menentang orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian. Dan seterusnya. Hal-hal inilah yang harus dilakukan setiap orang. Di setiap zaman, Tuhan secara khusus menetapkan banyak aturan sejenis hukum Taurat yang harus dilakukan manusia. Melalui ini, Tuhan membatasi watak manusia dan mengetahui ketulusannya. Misalnya firman yang mengatakan "Hormatilah ayah dan ibumu" dari zaman Perjanjian Lama. Firman ini tidak berlaku di zaman sekarang; pada masa itu, firman ini semata berusaha membatasi watak lahiriah manusia, digunakan untuk memperlihatkan ketulusan iman manusia kepada Tuhan, dan sebagai tanda orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Walaupun sekarang ini adalah Zaman Kerajaan, masih banyak aturan yang harus manusia lakukan. Aturan masa lampau tidak diberlakukan; sebab pada zaman sekarang ada lebih banyak penerapan yang lebih sesuai untuk manusia lakukan, dan yang lebih penting. Penerapan-penerapan itu tidak melibatkan pekerjaan Roh Kudus dan harus dilakukan oleh manusia.Di Zaman Kasih Karunia, banyak penerapan Zaman Hukum Taurat tidak lagi dilakukan karena hukum-hukum ini tidak efektif terutama bagi pekerjaan pada waktu itu. Setelah hukum-hukum ini dikesampingkan, banyak penerapan yang sesuai dengan zaman ini diberlakukan, dan yang menjadi berbagai aturan yang berlaku pada zaman sekarang. Ketika Tuhan zaman sekarang datang, aturan-aturan lama tidak lagi digunakan dan tidak lagi perlu dilakukan, sementara penerapan yang sesuai dengan pekerjaan saat ini diberlakukan. Pada zaman sekarang, penerapan-penerapan ini bukan merupakan aturan, namun bertujuan mencapai suatu dampak; semua itu cocok untuk hari ini—dan besok, siapa tahu, semua itu akan menjadi aturan. Ringkasnya, engkau harus melakukan apa yang menghasilkan buah bagi pekerjaan zaman sekarang. Jangan khawatirkan hari esok: Yang dilakukan hari ini adalah untuk hari ini. Mungkin besok akan ada penerapan yang lebih baik yang harus engkau lakukan—namun jangan terlalu pusingkan hal itu, lakukan saja apa yang harus dilakukan hari ini agar terhindar dari tindakan menentang Tuhan. Pada zaman sekarang, tidak ada yang lebih penting bagi manusia selain melakukan hal berikut ini: Janganlah engkau menipu atau menyembunyikan sesuatu dari Tuhan yang berdiri di hadapanmu. Janganlah engkau mengucapkan perkataan kotor atau congkak di hadapan Tuhan yang berdiri di hadapanmu. Janganlah engkau menipu Tuhan yang ada di hadapanmu dengan ucapan manis dan muluk untuk mendapatkan kepercayaan-Nya. Jangan pernah bertindak tidak hormat di hadapan Tuhan. Engkau harus mematuhi segala perkataan yang keluar dari mulut Tuhan, tanpa melawan, menentang, atau memperdebatkan firman-Nya. Jangan pula menafsirkan sesuka hatimu firman yang keluar dari mulut Tuhan. Jagalah lidahmu demi menghindarkannya membuatmu menjadi mangsa rencana tipu daya orang fasik. Jagalah langkah kakimu demi menghindarkannya melanggar batas yang telah Tuhan tetapkan bagimu. Melanggar batas akan menyebabkan engkau berkata-kata sombong dan congkak dari sudut pandang Tuhan, yang membuat-Nya jijik terhadapmu. Jangan mengulangi perkataan yang keluar dari mulut Tuhan secara sembarangan dan ceroboh, agar engkau tidak diolok-olok orang lain dan dibodohi Iblis. Haruslah engkau menuruti semua pekerjaan Tuhan zaman sekarang. Bahkan seandainya engkau tidak memahaminya, jangan membuat penilaian atasnya; yang dapat engkau lakukan semata adalah mencari dan bersekutu dengan-Nya. Tiada seorang pun boleh melanggar batas wilayah kekuasaan Tuhan. Tidak ada yang dapat engkau lakukan kecuali melayani Tuhan zaman sekarang dari posisi sebagai manusia. Jangan ajari Tuhan zaman sekarang dari posisimu sebagai manusia—melakukan itu adalah kesesatan. Tidak seorang pun boleh berdiri di posisi orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian; dalam perkataan, dalam tindakan, dan dalam pikiranmu yang terdalam, engkau harus berdiri di posisimu sebagai manusia. Hal ini harus dipatuhi dan merupakan tanggung jawab manusia, itu tidak dapat diubah oleh siapa pun, dan setiap ketidakpatuhan adalah pelanggaran terhadap ketetapan administratif. Hal ini harus dicamkan oleh semua orang.Waktu sekian lama yang telah Tuhan habiskan untuk berbicara dan menyampaikan firman-Nya telah membuat manusia menganggap membaca dan menghafalkan firman Tuhan sebagai tugas utamanya. Tidak ada yang menaruh perhatian pada bagaimana menerapkannya, bahkan apa yang harus engkau sekalian patuhi pun tidak engkau patuhi, jadi hal ini menyebabkan begitu banyak kesukaran dan masalah dalam pelayananmu. Apabila sebelum melakukan firman Tuhan engkau tidak melakukan apa yang seharusnya engkau lakukan, maka engkau adalah salah seorang dari mereka yang dibenci dan ditolak oleh Tuhan. Dalam melakukan penerapan-penerapan ini, engkau haruslah bersungguh-sungguh dan tulus. Jangan menganggap penerapan ini belenggu, namun lakukanlah semua itu sebagai perintah. Pada zaman sekarang, janganlah menyusahkan dirimu dengan memikirkan dampak apa yang harus dicapai; singkatnya, seperti inilah cara Roh Kudus bekerja, dan siapa pun yang melakukan pelanggaran harus mati. Roh Kudus tidak punya emosi dan tidak memedulikan pemahamanmu saat ini. Jika engkau menyinggung-Nya saat ini, Ia akan menghukummu. Jika engkau menyinggung-Nya di wilayah yurisdiksi-Nya, Ia tidak akan mengampunimu. Dia tidak peduli seberapa seriusnya dirimu dalam melakukan perkataan Yesus. Jika engkau melanggar perintah Tuhan zaman sekarang, Dia akan menghukummu; Dia akan menghukum mati dirimu. Bagaimana mungkin bisa diterima kalau engkau tidak melakukan perintah Tuhan? Engkau harus melakukannya—bahkan bila itu berarti penderitaan yang ringan! Tidak peduli agama, bangsa, atau denominasi apa pun, di masa depan mereka semua harus melakukan penerapan-penerapan ini. Tidak ada yang dikecualikan dan tak seorang pun akan terhindar! Karena itulah yang akan dilakukan Roh Kudus pada zaman sekarang, dan itu tidak terbantahkan oleh siapa pun. Meskipun penerapan itu bukan perkara besar, itu harus dilakukan oleh semua orang, karena merupakan perintah yang ditetapkan bagi manusia oleh Yesus, yang telah dibangkitkan dan diangkat ke surga. Tidakkah "Jalan ... (7)" telah mengatakan bahwa definisi Yesus tentang apakah engkau orang benar atau berdosa adalah berdasarkan sikapmu terhadap Tuhan pada saat ini? Jangan ada yang melewatkan poin ini. Dalam Perjanjian Lama, generasi demi generasi orang Farisi percaya kepada Tuhan, namun ketika tiba Zaman Kasih Karunia mereka tidak mengenal Yesus, dan menentang Dia. Karenanya semua yang mereka lakukan adalah sia-sia, tidak ada gunanya, dan Tuhan tidak berkenan menerimanya. Bila engkau dapat memahami hal ini, maka engkau tidak akan mudah jatuh dalam dosa. Mungkin banyak orang telah membanding-bandingkan diri mereka dengan Tuhan. Bagaimana rasanya menentang Tuhan, apakah terasa pahit atau manis? Seharusnya engkau mengerti hal ini—jangan berpura-pura tidak tahu. Di dalam hatinya, sebagian orang mungkin tetap tidak dapat diyakinkan. Namun Aku menyarankanmu untuk mencobanya, lalu lihatlah—lihat seperti apa rasanya. Ini akan mencegah banyak orang merasa curiga mengenainya. Banyak orang membaca firman Tuhan namun diam-diam menentang Dia di dalam hatinya. Setelah menentang Dia seperti ini, tidakkah engkau merasa seperti sebilah pisau ditancapkan ke dalam hatimu? Jika bukan percekcokan keluarga, atau sakit-penyakit jasmani, atau pembangkangan dari anak-anakmu. Sekalipun tubuh jasmanimu diampuni dari hukuman mati, tangan Tuhan tidak akan berhenti menekanmu. Engkau pikir sesederhana itu? Secara khusus, bahkan lebih penting lagi bagi orang yang dekat dengan Tuhan untuk berfokus pada hal ini. Seiring waktu, engkau akan melupakannya, dan tanpa menyadarinya, engkau akan terperosok ke dalam pencobaan, engkau akan menjadi tidak peduli akan apa pun, dan inilah awal dirimu berdosa. Apakah ini tampak remeh bagimu? Jika dapat melakukannya dengan baik, maka engkau berkesempatan untuk disempurnakan—untuk menerima tuntunan dari mulut Tuhan sendiri di hadapan-Nya. Jika engkau sembarangan, itu akan menjadi masalah bagimu—engkau akan menjadi musuh Tuhan, perkataan dan perbuatanmu akan dianggap sebagai kejijikan, dan cepat atau lambat engkau akan tersapu oleh angin kencang dan ombak dahsyat. Setiap orang di antaramu harus memperhatikan perintah-perintah ini. Jika engkau melanggarnya, orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian mungkin tidak akan menghukummu, tetapi Roh Tuhan belum selesai berperkara denganmu, Dia tidak akan mengampunimu. Engkau pikir cukup kuat untuk melawan? Jadi, apa pun yang Tuhan katakan, engkau harus menerapkan firman-Nya, dan melakukannya dengan segala daya upaya yang engkau miliki. Ini bukan perkara main-main! -
Refleksi Kristen: Aku Memiliki Jalan untuk Menyingkirkan DosaOleh Anna, Jerman
Catatan Editor: Apakah engkau masih bergumul dalam penderitaan karena dosa? Apakah engkau putus asa dan kecewa karena engkau hidup terjebak dalam siklus berbuat dosa dan bertobat? Apa yang harus kita lakukan untuk melepaskan diri dari ikatan dosa? Aku berharap dengan membaca artikel ini engkau akan terbantu.
Menangis dalam Dosa
Pada tahun 2001, aku mengikuti ibuku untuk percaya kepada Tuhan, dan tak lama kemudian, aku bergabung dengan gereja dan memulai pelayananku. Aku melihat bahwa saudara-saudariku dapat saling mengasihi, seperti keluarga, yang membuatku merasa sangat dekat dengan mereka. Aku suka menghadiri pertemuan dan menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Tuhan bersama saudara-saudariku, dan di hatiku, aku memandang gereja ini seperti keluargaku sendiri. Setelah itu, aku mengikuti ujian masuk ke sebuah institut teologi dan mulai mempelajari Alkitab.
Perlahan-lahan, aku menemukan semakin banyak hal yang melanggar hukum di dalam gereja. Banyak saudara-saudari yang hidup dalam dosa dan tidak dapat menerapkan ajaran Tuhan. Ketua sekolah Minggu kami dan istrinya sering kali bersekongkol untuk mengambil keuntungan bagi diri mereka sendiri. Ketika organisasi-organisasi kemanusiaan menyumbangkan bantuan, mereka akan segera mengambil sebagian barang terbaik bagi diri mereka sendiri, dan bahkan pendeta kami mengambil bagian dalam perilaku ini, tetapi keluarga-keluarga miskin di gereja jarang mendapatkan apa pun. Khususnya, para pemimpin kelompok kecil, mereka juga sombong dan congkak. Mereka sering meninggikan diri di hadapan kami dan memberikan larangan-larangan bagi orang lain. Para anggota gereja melayani Tuhan demi status dan kepentingan mereka sendiri, dan mereka sering menganggap gereja-gereja lain sebagai gereja yang jelek dan meremehkan orang lain. Sementara perkataan dan tindakan mereka di dalam gereja tampak saleh, mereka menjalani hidup dengan kecongkakan, kelicikan, dan keegoisan, seolah-olah mereka adalah orang yang sama sekali berbeda. Aku juga sama. Di gereja aku berperilaku sangat baik, dan bahkan ketika orang lain memintaku untuk melakukan hal-hal yang tidak kusukai, aku akan melakukan yang terbaik untuk menanggungnya, mengatasi rasa ketidaknyamananku, dan tidak mengungkapkan ketidaksenanganku, tetapi di rumah aku bersikap seenaknya, mementingkan diri sendiri, dan kadang-kadang bahkan meneriaki ibuku. Setelah aku menikah, jika suami dan anakku tidak melakukan apa yang kuminta, aku akan marah kepada mereka. Aku memikirkan bagaimana di sekolah Minggu aku mengajarkan anak-anak untuk melaksanakan ajaran Tuhan dan bersikap mengasihi dan toleran terhadap orang lain, tetapi aku tidak bisa menerapkan hal-hal itu dalam hidupku sendiri, dan aku menyadari bahwa aku hidup dalam dosa. Aku sering berdoa minta pengampunan Tuhan untuk hal ini, tetapi tidak ada yang berubah. Aku merasa putus asa dan bingung. Rasul Paulus berkata: "Karena itu sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus, yang tidak hidup mengikuti daging, tetapi mengikuti Roh. Karena hukum roh kehidupan dalam Kristus Yesus telah membuatku bebas dari hukum dosa dan maut" (Roma 8:1-2). Kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, dan Tuhan mengampuni dosa-dosa kita. Dosa kita dihapuskan, yang seharusnya berarti bahwa kita tidak lagi berbuat dosa, tetapi mengapa aku masih hidup dalam dosa? Mengapa aku tidak bisa menerapkan ajaran Tuhan? Kapan akhirnya aku akan bisa berhenti berbuat dosa?"
Aku bertanya kepada para pengkhotbah tentang kebingunganku, tetapi mereka tidak punya jawabannya. Mereka hanya mengatakan kepadaku untuk beriman kepada Tuhan. Jawaban mereka membuatku merasa tak memiliki jalan apa pun. Pertemuan gereja tidak lagi membantuku, jadi aku berhenti pergi ke pertemuan. Setelah itu, aku sering menonton film-film Kristen di YouTube, mencari makanan rohani kehidupan. Aku menonton banyak khotbah dan ceramah dari banyak pendeta dan penatua, tetapi tidak ada yang bisa membantuku berubah, juga tidak ada yang dapat memberikanku pertumbuhan dalam kehidupan rohani. Aku masih hidup dalam keadaan berdosa pada siang hari dan mengakui dosa-dosaku pada malam hari. Aku tidak tahu kapan aku bisa berhenti berbuat dosa, dan aku sering kali berdoa, menangis, dan memohon kepada Tuhan agar membantuku mengatasi masalah ini.
Terang Muncul Saat Tuhan Mendengarkan Doa-doakuSuatu hari di tahun 2018, ketika aku mencari film-film Kristen, sebuah film berjudul Di Mana Rumahku? menarik perhatianku, jadi karena penasaran, aku mengklik dan menontonnya. Dalam film itu, aku melihat bahwa sang tokoh utama dan para pengkhotbahnya tidak membaca Alkitab, melainkan membaca buku yang berjudul Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia. Aku belum pernah melihat buku ini sebelumnya, tetapi perkataan dalam buku itu berisikan kebenaran dan mampu memecahkan kesulitan praktis manusia. Tokoh utama di film itu, Wen Ya, telah mengalami perceraian orangtuanya saat dia masih kanak-kanak, setelah itu dia menanggung penderitaan karena ibunya sakit parah dan ayahnya meninggal. Namun ketika dia merasa putus asa dan tanpa pengharapan, Tuhanlah yang menyelamatkannya. Firman dalam Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia memungkinkan Wen Ya untuk memahami bahwa kita, sebagai manusia, telah dirusak oleh Iblis, dan kita semua hidup dalam kesengsaraan tanpa pengharapan untuk melepaskan diri, dan bahwa hanya dengan datang ke hadapan Tuhan kita dapat menemukan perlindungan dan hidup berbahagia. Di kemudian hari, Wen Ya bisa keluar dari kesengsaraannya dan menemukan rumahnya yang sebenarnya. Dari film itu, aku melihat bahwa firman dalam buku Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia benar-benar luar biasa. Fiman itu mampu memberiku kekuatan. Aku berpikir, "Siapa yang dapat memungkinkan kita untuk mengetahui watak Tuhan? Siapa yang bisa dengan jelas menjelaskan keberdosaan dan kejahatan umat manusia? Siapa yang bisa memahami alasan mengapa umat manusia hidup dalam kesengsaraan? Dan siapa lagi yang bisa memecahkan masalah manusia yang hidup dalam kesengsaraan?" Aku merasa bahwa firman ini memiliki otoritas, dan tidak dapat diucapkan oleh manusia mana pun. Aku sangat tertarik dengan buku ini, karena aku merasa bahwa firman ini dapat meningkatkan hubunganku dengan Tuhan.
Jadi, aku terus menonton film-film dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Aku menonton film Keselamatan, di mana sang tokoh utama dengan antusias mengorbankan dirinya untuk Tuhan, meninggalkan segalanya untuk memenuhi tugasnya, dan meskipun PKT (Partai Komunis Tiongkok) menangkap dan menyiksanya, dia melanjutkan tugasnya setelah dibebaskan. Dia berpikir bahwa karena dia telah menderita, melakukan perjalanan jauh, memahami banyak kebenaran, dan merupakan seseorang yang memiliki pengetahuan tentang Tuhan, dia seharusnya memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kerajaan surga. Namun kemudian, ujian mendadak datang kepadanya. Istrinya ditangkap dan disiksa sampai mati oleh polisi PKT, dan ketika dia mengetahui hal ini, dia mengeluh kepada Tuhan, menyalahkan Tuhan, salah paham terhadap Tuhan, dan kehilangan imannya kepada Tuhan. Dalam kesengsaraannya, melalui firman Tuhan Yang Mahakuasa, dia tiba pada tahap merenungkan firman tersebut, dan menyadari bahwa dia percaya kepada Tuhan dan melakukan tugasnya untuk mendapatkan berkat, dan bahwa ketika ujian datang, dia masih mampu salah paham dan menyalahkan Tuhan. Setelah itu, dengan membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, dia memahami bahwa dia masih bisa memberontak dan menentang Tuhan, dan bahwa dia belum benar-benar mendapatkan keselamatan. Hanya mereka yang memiliki kasih dan ketaatan yang tulus kepada Tuhan dapat mencapai keselamatan penuh. Ketika dia menjalani ujian ini, pandangannya yang keliru dan gagasannya yang salah tentang kepercayaan kepada Tuhan diubahkan, dia mengembangkan iman yang baru kepada Tuhan, dan dia terus melayani Tuhan. Menonton film itu membuatku menyadari bahwa kasihku kepada Tuhan sama sekali tidak cukup. Jika aku berada di posisi yang sama dengan sang tokoh utama, aku tidak tahu apakah aku akan bisa tetap setia kepada Tuhan. Pengalaman sang tokoh utama di film tersebut memberiku keyakinan bahwa aku harus memperkuat imanku, terus mengikuti Tuhan, dan mengalami keadaan yang serupa agar Tuhan dapat menyucikan watakku yang rusak, karena hanya dengan begitu aku akan dapat memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam kerajaan surga.
Kemudian, ketika aku menonton film tentang penangkapan, kesengsaraan, dan penyiksaan yang diderita oleh saudara-saudari di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa di tangan PKT, aku memperhatikan bahwa sementara mereka mengalami penganiayaan dan ujian, firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah dasar dari iman mereka. Aku sangat ingin membaca firman ini, karena aku merasa firman ini adalah kebenaran; jika tidak, akan sangat sulit bagi saudara-saudari ini untuk tetap setia dan mengikuti Tuhan sementara mereka dianiaya dengan kejam oleh pemerintah PKT. Aku sangat mengagumi iman dan kerinduan mereka yang tak tergoyahkan untuk melayani Tuhan, dan aku merasa bahwa ini adalah hasil yang dicapai oleh pekerjaan Roh Kudus, karena tidak mungkin bagi manusia untuk menghasilkan kesaksian seperti itu. Setelah melihat semua hal ini, aku bahkan menjadi semakin ingin tahu tentang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa.
…………Membaca teks lengkapnya: Refleksi Kristen: Aku Memiliki Jalan untuk Menyingkirkan Dosa -
Orang yang Mendapatkan Keselamatan adalah Orang yang Bersedia Melakukan Kebenaran
Sejak dahulu, kebutuhan untuk memiliki kehidupan gereja yang benar telah disampaikan dalam khotbah-khotbah yang ada. Namun mengapa kehidupan gereja belum membaik dan masih tetap sama? Mengapa tidak ada cara hidup yang benar-benar baru dan berbeda? Apakah baik bagi seseorang yang hidup pada tahun sembilan puluhan untuk hidup seperti kaisar pada zaman dahulu? Meskipun makanan dan minumannya mungkin merupakan kenikmatan yang jarang dicicipi pada zaman dahulu, belum ada perubahan besar dalam kondisi di gereja. Ini seperti memasukkan anggur lama ke dalam botol baru. Lalu, apa gunanya Tuhan berbicara begitu banyak? Gereja-gereja di berbagai tempat tidak berubah sama sekali. Aku telah melihatnya dengan mata-Ku sendiri dan hal itu jelas dalam hati-Ku; meskipun Aku sendiri belum mengalami kehidupan gereja, Aku mengenal kondisi kebaktian gereja seperti mengenali punggung tangan-Ku sendiri. Mereka belum membuat banyak kemajuan. Kembali ke pepatah tadi—seperti memasukkan anggur lama ke dalam botol baru. Tidak ada yang berubah, tidak sedikit pun! Ketika ada orang yang menggembalakan mereka, mereka terbakar seperti api, tetapi ketika tidak ada orang yang mendukung mereka, mereka seperti balok es. Tidak banyak yang dapat berbicara tentang hal-hal yang nyata dan sangat jarang yang dapat mengambil alih kemudi. Meskipun khotbahnya agung, jarang ada orang yang telah mendapati jalan masuk. Sedikit orang mengasihi firman Tuhan. Mereka menangis ketika menerima firman Tuhan, gembira ketika mengesampingkannya, serta menjadi tak berselera dan muramketika pergi dari situ. Terus terang saja, kamu sekalian tidak mengasihi firman Tuhan, dan tidak pernah menganggap perkataan dari mulut-Nya saat ini sebagai suatu harta. Kamu sekalian hanya menjadi cemas ketika membaca firman-Nya dan merasa sangat berat ketika menghafalkannya, dan ketika tiba waktunya untuk menerapkan firman-Nya, seperti menghadapi tugas berat tanpa akhir yang sia-sia belaka—kamu sekalian tidak termotivasi. Kamu sekalian selalu bersemangat saat membaca firman Tuhan, tetapi lupa ketika melakukannya. Bahkan, firman-firman ini tidak perlu diucapkan dengan susah payah dan diulang dengan sabar; orang-orang hanya mendengarkan tetapi tidak melakukannya, oleh karena itu, hal ini telah menjadi penghalang bagi pekerjaan Tuhan. Aku tidak bisa tidak membahas masalah ini. Aku terdorong melakukannya; bukan karena Aku menikmati mengekspos kelemahan orang lain. Kamu sekalian berpikir bahwa penerapanmu cukup dan bahwa ketika pewahyuan berada di tingkat puncak, kamu juga telah memasuki titik puncak tersebut? Apakah ini sesederhana itu? Kamu sekalian tidak pernah memeriksa dasar di mana pengalamanmu akhirnya dibangun. Pada saat ini, kebaktian gerejamu benar-benar tidak dapat disebut kehidupan gereja yang layak, juga sama sekali bukan kehidupan rohani yang layak. Ini adalah perkumpulan sekelompok orang yang suka mengobrol dan bernyanyi. Sebenarnya, tidak ada banyak realitas di dalamnya. Lebih jelasnya, jika kamu tidak melakukan pengamalan, di mana realitasnya? Apakah bukan membual mengatakan kamu memiliki realitas? Mereka yang selalu melakukan pekerjaan adalah orang yang arogan dan sombong, sementara mereka yang selalu taat berdiam diri dan menundukkan kepala, tanpa memiliki kesempatan untuk melakukan pengamalan. Orang yang melakukan pekerjaan, tidak melakukan apa pun selain berbicara, terus menerus mengoceh dengan khotbah-khotbah mereka yang terdengar tinggi, sementara jemaat hanya mendengarkan. Tidak ada transformasi untuk dibicarakan; ini adalah keadaan masa lalu! Saat ini, kemampuanmu untuk berserah diri dan tidak berani ikut campur atau bertingkah degil adalah karena adanya keputusan administratif Tuhan; itu bukanlah perubahan yang telah kamu alami melalui pengalaman hidup. Kenyataan bahwa ada banyak hal yang tidak akan kamu lakukan sekarang, yang pasti kamu lakukan di masa lalu, adalah karena pekerjaan Tuhan begitu jelas sehingga telah menaklukkan orang-orang. Aku ingin bertanya kepada seseorang, berapa banyak pencapaianmu hari ini yang diperoleh dengan keringat kerja kerasmu sendiri? Berapa banyak darinya yang Tuhan beri tahukan kepadamu secara langsung? Bagaimana kamu akan menjawab? Apakah kamu akan tercengang dan tidak mampu berkata-kata? Apakah kamu akan terperangah? Mengapa orang lain dapat berbicara banyak tentang pengalaman mereka sehingga dapat memberimu makanan, sementara kamu hanya menikmati makanan yang telah dimasak oleh orang lain? Apakah kamu tidak merasa hina? Apakah kamu tidak malu?Kamu dapat melakukan pengujian pencarian fakta, menguji mereka di tingkat yang lebih tinggi yang agak lebih baik: Seberapa banyak kebenaran yang kamu pahami? Seberapa banyakkah yang akhirnya kamu lakukan? Siapakah yang lebih kamu cintai, Tuhan atau dirimu sendiri? Apakah kamu lebih sering memberi atau menerima? Seberapa sering kamu meninggalkan dirimu yang lama dan mengikuti kehendak Tuhan ketika memiliki niat yang salah? Beberapa pertanyaan ini saja sudah cukup mencengangkan banyak orang. Bagi kebanyakan orang, bahkan jika mereka menyadari bahwa niat mereka salah, mereka masih secara sadar melakukan kesalahan tersebut, dan mereka tidak bisa meninggalkan kedagingan mereka sendiri. Kebanyakan orang membiarkan dosa mereka merajalela, memungkinkan dosa mengarahkan setiap tindakan mereka. Mereka tidak dapat menaklukkan dosa-dosa mereka, dan terus hidup dalam dosa. Sampai pada tahap ini, siapa yang tidak tahu berapa banyak perbuatan jahat yang telah ia lakukan? Jika kamu mengatakan kamu tidak tahu, Aku akan mengatakan bahwa kamu bohong. Terus terang, itu semua adalah keengganan untuk meninggalkan dirimu yang lama. Apa gunanya mengucapkan begitu banyak "kata pertobatan dari hati" yang tidak berharga? Apakah ini akan membantumu bertumbuh dalam kehidupan? Mengenal diri sendiri adalah pekerjaan penuh-waktumu. Aku menyempurnakan orang melalui penyerahan diri mereka dan penerapan firman Tuhan dalam hidup mereka. Jika kamu hanya mengenakan firman Tuhan seperti kamu mengenakan pakaian, hanya untuk terlihat cerdas dan manis, bukankah kamu menipu diri sendiri dan orang lain? Jika yang kamu miliki hanyalah kata-kata dan kamu tidak pernah melakukannya, apa yang akan kamu capai?Banyak orang dapat berbicara sedikit tentang penerapan dan kesan pribadi mereka, tetapi sebagian besar adalah penerangan yang diperoleh dari perkataan orang lain. Sama sekali tidak mencakup apa pun dari penerapan pribadi dan apa yang mereka lihat dari pengalaman mereka sendiri. Aku telah menelaah masalah ini sebelumnya; jangan pikir Aku tidak tahu apa-apa. Kamu hanyalah seekor macan kertas, tetapi kamu berbicara tentang menaklukkan Iblis, memberikan kesaksian yang penuh kemenangan, dan tentang hidup dalam gambaran Tuhan? Ini semua omong kosong! Apakah kamu pikir semua perkataan yang diucapkan oleh Tuhan hari ini adalah untuk kamu kagumi? Mulutmu berbicara tentang meninggalkan dirimu yang lama dan melakukan kebenaran, tetapi tanganmu melakukan perbuatan lain dan hatimu sedang merencanakan rencana lain—orang macam apa kamu ini? Kenapa hati dan tanganmu tidak sejalan? Begitu banyak khotbah telah menjadi perkataan kosong; tidakkah ini memilukan hati? Jika kamu tidak dapat melakukan firman Tuhan, ini membuktikan bahwa kamu belum memasuki cara bekerja Roh Kudus, kamu belum memiliki karya Roh Kudus di dalam dirimu, dan kamu belum memiliki bimbingan-Nya. Jika kamu mengatakan bahwa kamu hanya mampu memahami firman Tuhan tetapi tidak dapat melakukannya, berarti kamu adalah orang yang tidak mencintai kebenaran. Tuhan tidak datang untuk menyelamatkan orang semacam ini. Yesus menanggung penderitaan hebat ketika Dia disalibkan untuk menyelamatkan orang berdosa, untuk menyelamatkan orang miskin, untuk menyelamatkan orang-orang yang rendah hati. Penyaliban-Nya membawa korban penghapus dosa. Jika kamu tidak dapat melakukan firman Tuhan, kamu harus cepat pergi; jangan jadi pembonceng berlama-lama di rumah Tuhan. Banyak orang bahkan merasa sulit untuk menghentikan diri mereka dari perbuatan-perbuatan yang jelas menentang Tuhan. Bukankah mereka cari mati? Bagaimana mereka dapat berbicara tentang memasuki Kerajaan Tuhan? Akankah mereka memiliki keberanian untuk memandang wajah-Nya? Makan makanan yang Dia sediakan untukmu, melakukan hal-hal menyimpang yang menentang Tuhan, bertindak jahat, berbahaya, dan licik, bahkan ketika Tuhan mengizinkanmu menikmati berkat-berkat yang telah Dia limpahkan kepadamu—tidakkah kamu merasa tanganmu terbakar saat menerimanya? Apakah kamu tidak merasa wajahmu memerah? Setelah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan Tuhan, telah melakukan rencana untuk "menyimpang," apakah kamu tidak merasa takut? Jika kamu tidak merasakan apa-apa, bagaimana kamu bisa berbicara tentang masa depan? Sudah lama tidak ada masa depan bagimu, jadi harapan apa lagi yang bisa kamu miliki? Jika kamu mengatakan sesuatu yang memalukan tetapi tetap tidak merasa menyesal, dan hatimu tidak memiliki kesadaran, bukankah itu berarti kamu telah ditinggalkan oleh Tuhan? Berbicara dan bertindak dengan seenaknya dan bebas telah menjadi sifatmu; bagaimana kamu bisa disempurnakan oleh Tuhan seperti ini? Apakah kamu bisa berjalan di dunia ini? Siapakah yang dapat diyakinkan olehmu? Mereka yang mengenal sifat sejatimu akan menjaga jarak mereka. Apakah ini bukan hukuman Tuhan? Setelah mempertimbangkan semuanya, jika hanya ada kata-kata tanpa perbuatan, tidak ada pertumbuhan. Meskipun Roh Kudus mungkin bekerja atasmu pada saat kamu berbicara, jika kamu tidak melakukan pengamalan, Roh Kudus akan berhenti bekerja. Jika kamu terus seperti ini, bagaimana bisa ada pembicaraan tentang masa depan atau memberikan seluruh keberadaanmu kepada pekerjaan Tuhan? Kamu hanya berbicara tentang memberikan seluruh dirimu, tetapi kamu tidak memberikan kepada Tuhan hatimu yang benar-benar mengasihi Dia. Semua yang Tuhan terima adalah hati dari perkataanmu, dan bukan hati dari perbuatanmu. Inikah tingkat pertumbuhan sejatimu? Jika kamu terus seperti ini, kapan kamu akan disempurnakan oleh Tuhan? Apakah kamu tidak merasa cemas akan masa depanmu yang gelap dan suram? Apakah kamu tidak merasa bahwa Tuhan telah kehilangan harapan dalam dirimu? Apakah kamu tidak tahu bahwa Tuhan ingin menyempurnakan orang-orang yang lebih baru dan lebih banyak? Mungkinkah hal-hal lama dapat bertahan? Kamu tidak mengindahkan firman Tuhan hari ini: Apakah kamu menunggu esok hari?
Apakah Anda ingin tahu perbedaan antara jalan pertobatan dan jalan kehidupan kekal? Apakah Tuhan Yang Mahakuasa adalah kedatangan kembalinya Tuhan Yesus? Silakan klik tautan untuk memahami lebih lanjut.