"Buku"カテゴリーの記事一覧
-
×
[PR]上記の広告は3ヶ月以上新規記事投稿のないブログに表示されています。新しい記事を書く事で広告が消えます。
-
Agama Kristen dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa percaya kepada Tuhan yang sama. Orang yang memahami sejarah agama tahu bahwa agama Yahudi di Israel lahir dari pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan Yahweh di Zaman Hukum Taurat. Gereja Kristen, Katolik, dan Ortodoks Timur semuanya muncul setelah Tuhan Yesus yang berinkarnasi melakukan pekerjaan penebusan. Gereja Tuhan Yang Mahakuasa muncul ketika Tuhan menjadi manusia pada akhir zaman untuk melakukan pekerjaan penghakiman. Orang-orang Kristen pada Zaman Kasih Karunia membaca Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru di Alkitab, dan orang-orang Kristen di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa di Zaman Kerajaan kini membaca Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia, yang secara langsung diucapkan oleh Tuhan pada akhir zaman. Agama Kristen tunduk pada pekerjaan penebusan yang dilakukan Tuhan Yesus pada Zaman Kasih Karunia, dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa menerima pekerjaan penghakiman dari Tuhan Yesus yang datang kembali, Tuhan Yang Mahakuasa. Perbedaan antara Agama Kristen dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa adalah bahwa agama Kristen tunduk pada pekerjaan yang Tuhan lakukan selama Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia, sedangkan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa tunduk pada pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan yang Tuhan telah kerjakan di akhir zaman. Perbedaan antara Agama Kristen dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa mirip dengan perbedaan antara Agama Kristen dan Yahudi: Selama Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus melakukan pekerjaan penebusan manusia atas dasar pekerjaan dalam Perjanjian Lama Hukum Taurat. Tetapi imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan orang-orang Farisi agama Yahudi tidak mengakui bahwa Tuhan Yesus adalah inkarnasi Yahweh dan Mesias yang mereka nanti-nantikan. Mereka dengan keras kepala berpegang teguh pada hukum Taurat dan perintah Perjanjian Lama yang dinyatakan oleh Tuhan Yahweh. Mereka juga menyalibkan Tuhan Yesus yang Maha Pengasih, yang telah menyelamatkan umat manusia, sehingga menyinggung watak Tuhan. Tuhan kemudian menyingkirkan seluruh agama Yahudi, yang berpegang erat pada hukum Perjanjian Lama, dan mengalihkan keselamatan-Nya bagi orang-orang bukan Yahudi—yang setelah menerima dan mengikuti Tuhan Yesus membentuk gereja-gereja Perjanjian Baru, yang juga disebut sebagai agama Kristen. Sementara itu, orang-orang Yahudi, yang hanya berpegang erat pada pekerjaan Tuhan Yahweh di zaman Hukum Taurat Perjanjian Lama dan menolak pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, membentuk apa yang disebut sebagai agama Yahudi. Dari sini dapat dilihat bahwa Agama Kristen dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa percaya kepada Tuhan yang sama—Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatunya, hanya saja, untuk pelbagai nama dan pekerjaan Tuhan itu, orang memberi julukan yang berbeda: Gereja Tuhan Yang Mahakuasa tunduk dengan nama baru Tuhan selama Zaman Kerajaan, dan menerima pekerjaan baru yang dilakukan oleh Tuhan di akhir zaman, sementara Agama Kristen berpegang pada nama Tuhan selama Zaman Kasih Karunia, dan menerima pekerjaan lama yang dilakukan Tuhan selama berabad-abad sebelumnya. Inilah perbedaan terpenting antara Agama Kristen dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Akan tetapi, Tuhan yang diyakini oleh keduanya tetap sama: Satu-satunya Tuhan yang sejati yang menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatunya. Ini adalah fakta yang tidak dapat diselewengkan atau disangkal oleh siapa pun!Banyak orang Kristen percaya bahwa mereka hanya perlu menerima pekerjaan penebusan Tuhan Yesus untuk masuk ke kerajaan surga dan tidak perlu menerima pekerjaan penghakiman dari Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman. Konsepsi semacam itu benar-benar salah. Selama Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus telah melakukan pekerjaan penebusan. Orang-orang diselamatkan karena iman mereka, dan tidak lagi dinyatakan bersalah dan dihukum mati karena pelanggaran mereka. Namun, Tuhan Yesus hanya mengampuni dosa manusia, dan tidak mengampuni atau memperbaiki sifat manusia yang penuh dosa. sifat iblis dalam diri manusia—keangkuhan dan kesombongan, keegoisan dan keserakahan, ketidakjujuran dan penuh tipu daya, serta pemberontakan dan perlawanan terhadap Tuhan—masih ada. Orang-orang belum sepenuhnya dibersihkan, diselamatkan, dan dimenangkan oleh Tuhan. Dengan demikian, Tuhan Yesus berulang kali berfirman bahwa Ia harus kembali. Di berbagai ayat Alkitab dinubuatkan bahwa Tuhan akan kembali dan melakukan penghakiman, membawa orang-orang kudus ke dalam kerajaan surga. Inkarnasi Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman telah mengungkapkan semua kebenaran untuk penyucian dan keselamatan umat manusia, dan telah melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan di atas dasar pekerjaan penebusan Tuhan Yesus. Ini dilakukan untuk mengatasi sifat manusia yang berdosa, dan untuk memungkinkan manusia membebaskan dirinya sepenuhnya dari belenggu dan hambatan dosa, hidup serupa dengan manusia sejati dan dimenangkan oleh Tuhan, serta memasuki tempat tujuan indah yang disiapkan Tuhan bagi umat manusia. Dapat dikatakan bahwa pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah dasar dari pekerjaan keselamatan oleh Tuhan di akhir zaman, sementara pekerjaan penghakiman di akhir zaman adalah inti dan fokus dari pekerjaan keselamatan Tuhan. Ini adalah tahap pekerjaan yang paling krusial dan penting bagi keselamatan umat manusia. Hanya mereka yang menerima pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman yang akan memiliki kesempatan untuk diselamatkan dan memasuki kerajaan surga dan menjadi orang-orang yang terlibat di hadapan Tuhan. Saat ini, beberapa orang dalam berbagai denominasi di dunia keagamaan telah melihat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali di akhir zaman, dan dengan demikian mereka telah menerima dan mulai mengikuti Tuhan Yang Mahakuasa. Beberapa orang yang tidak percaya juga telah menerima Tuhan Yang Mahakuasa karena kebenaran yang diungkapkan oleh-Nya. Orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa membentuk Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Di bawah bimbingan dan penggembalaan Kristus di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa, orang-orang Kristen di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, dengan mengalami dan melakukan Firman Tuhan Yang Mahakuasa, secara bertahap menjadi memahami banyak kebenaran, dan telah dengan jelas melihat sumber dan hakikat kerusakan manusia. Di bawah penghakiman dan hajaran Firman Tuhan, orang-orang telah benar-benar dan sungguh merasakan watak Tuhan yang benar dan tak terbantahkan. Karena mereka mengenal Tuhan, mereka berangsur-angsur takut kepada Tuhan dan menghindari kejahatan, serta hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Dengan pemahaman mereka tentang kebenaran dan pengetahuan orang-orang tentang Tuhan yang berangsur-angsur diperdalam, ketaatan mereka kepada Tuhan telah menjadi semakin besar, dan mereka telah melakukan lebih banyak kebenaran. Tanpa sadar, orang-orang ini telah akan sepenuhnya membebaskan diri dari dosa dan mencapai kekudusan. Sementara itu, orang-orang Kristen yang tidak menerima pekerjaan baru dari Tuhan yang Mahakuasa masih percaya pada Kekristenan. Mereka perpegang kepada nama Tuhan Yesus, mematuhi ajaran Alkitab, dan telah dilemparkan ke dalam kegelapan oleh Tuhan sejak dahulu, dan telah kehilangan pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Ini adalah fakta yang sudah diakui. Jika orang-orang bersikeras untuk tidak bertobat dan secara membabi buta mengutuk dan menentang Tuhan Yesus yang datang kembali di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa, dan menolak untuk menerima pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, maka pada akhirnya mereka semua akan disingkirkan oleh pekerjaan Tuhan.PR
-
Li Rui yang terkasih,
Bagaimana kabarmu? Aku ingat bahwa aku pernah mengajukan sebuah pertanyaan kepadamu: Dalam masyarakat sekarang ini, ada begitu banyak tekanan untuk bersaing dan semua orang merasa bahwa hidup ini sangat melelahkan dan sulit, jadi bagaimana kita bisa hidup bahagia? Engkau berkata mari bergabung denganmu dalam kepercayaanmu kepada Tuhan, dan engkau mengatakan bahwa, setelah engkau percaya kepada Tuhan, engkau kemudian dapat memperoleh bimbingan dari firman Tuhan, engkau dapat memperoleh kedamaian dan sukacita dari Tuhan, dan engkau bisa bebas dari semua kekhawatiran dan keprihatinan. Namun saat itu aku sangat sibuk bekerja untuk menghasilkan uang sehingga aku tidak punya waktu untuk percaya kepada Tuhan, dan aku menolak saranmu berulang kali. Selama bertahun-tahun ini aku telah berusaha untuk menjalani kehidupan di puncak dan selama ini ingin mengandalkan perjuanganku sendiri dan berusaha untuk menjadi seseorang yang diperhitungkan di perusahaanku. Namun aku sibuk dari subuh hingga petang, dan aku tetap mengalami kemunduran demi kemunduran, kekalahan demi kekalahan. Aku melihat rekan-rekanku dipromosi dan mendapat kenaikan gaji, namun aku masih tetap berada tepat di mana aku memulai. Aku merasa tersesat dan hidupku terasa berat dan menyakitkan. Saudari, engkau tampak jauh lebih bahagia sejak engkau mulai percaya kepada Tuhan dan hidupmu begitu santai dan bebas, seolah-olah engkau tidak memiliki kekhawatiran dan tidak merasakan penderitaan sama sekali. Aku iri kepadamu, dan aku ingin bertanya: dapatkah kepercayaan kepada Tuhan benar-benar memungkinkanku untuk bebas dari penderitaan dan menjadi bahagia? Menunggu balasanmu …
Dengan penuh cinta,
Li Nan
30 Maret 2018
Halo Xiaonan,
Aku telah menerima emailmu, dan aku merasa sedih mendengar bahwa hidupmu sekarang sangat sulit dan melelahkan. Selain berdoa untukmu, tidak ada hal lain yang dapat kulakukan untuk membantumu. Satu-satunya Pribadi yang dapat menolongmu melenyapkan penderitaanmu adalah Tuhan. Tuhan Yesus berkata: "Datanglah kepada-Ku, hai semua yang berjerih lelah dan berbeban berat, dan Aku akan memberimu kelegaan. Pikullah kuk-Ku atasmu, dan belajarlah dari-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati, dan engkau akan mendapatkan kelegaan bagi jiwamu" (Matius 11:28–30). Tuhan adalah pendukung abadi kita dan Dia adalah pertolongan kita saat dibutuhkan. Betapa pun menderita atau khawatirnya kita, selama kita percaya kepada Tuhan dan menerima keselamatan-Nya, sering berdoa kepada Tuhan, membaca firman Tuhan dan memahami kebenaran, maka kita akan dapat memiliki pemahaman tentang akar penyebab penderitaan kita. Jika kita dapat menerima kebenaran dan melakukan firman Tuhan, kita akan dapat terbebas dari penderitaan, kita akan hidup tanpa gangguan dan nyaman, dan kita akan memperoleh kedamaian dan sukacita dari Tuhan.
…………Membaca teks lengkapnya:
https://id.kingdomsalvation.org/testimonies/faith-in-God-bring-happiness.html
Sumber-Sumber Saat Teduh - Artikel Kristen - Membantu Anda Memahami Masalah Iman
-
Perkenalan Singkat tentang Latar Belakang Penampakan dan Karya Kristus dari Akhir Zaman di TiongkokTiongkok adalah negeri di mana naga merah yang sangat besar tinggal, dan merupakan tempat yang paling keras melawan dan mengutuk Tuhan sepanjang sejarah. Tiongkok layaknya sebuah benteng para setan dan sebuah penjara yang dikontrol oleh iblis, tidak bisa ditembus dan tertutup rapat. Terlebih, rezim naga merah yang besar berjaga pada semua tingkat dan telah mendirikan pertahanan dalam setiap rumah tangga. Sebagai hasilnya, tidak ada tempat yang lebih sulit untuk menyebarkan injil Tuhan dan melaksanakan karya-Nya. Ketika Partai Komunis Tiongkok (Chinese Communist Party – CCP) mulai berkuasa pada 1949, agama di Tiongkok Daratan sepenuhnya ditekan dan dilarang. Jutaan orang Kristen mengalami penghinaan publik dan siksaan, serta hukuman penjara. Semua gereja disegel dan dikosongkan sepenuhnya. Bahkan pertemuan di rumah pun dilarang. Jika ada yang ketahuan turut serta dalam sebuah pertemuan, mereka akan dipenjarakan dan bahkan dapat dipenggal. Pada saat itu, aktivitas religius nyaris hilang tanpa jejak. Hanya sejumlah kecil orang Kristen yang terus percaya kepada Tuhan, tetapi mereka hanya dapat berdoa dengan diam kepada Tuhan dan menyanyikan nyanyian pujian kepada Tuhan dalam hati mereka, memohon kepada Tuhan untuk menghidupkan gereja kembali. Akhirnya, pada 1981, gereja benar-benar hidup kembali, dan Roh Kudus mulai bekerja dalam skala yang besar di Tiongkok. Gereja-gereja bermunculan bak rebung setelah hujan musim semi, dan semakin banyak orang mulai percaya kepada Tuhan. Pada 1983, ketika kebangkitan gereja mencapai puncaknya, Partai Komunis Tiongkok memulai babak baru dari penindasan yang keji. Jutaan orang ditangkap, ditahan, dan dididik melalui kerja paksa. Rezim naga merah yang sangat besar hanya mengizinkan orang yang percaya kepada Tuhan untuk bergabung dengan Three–Self Patriotic Church (Gereja Patriotik Tiga Pendirian) yang didirikan oleh pemerintah. Pemerintah CCP mendirikan Three-Self Patriotic Church sebagai sebuah usaha untuk sepenuhnya menyingkirkan gereja rumah bawah tanah dan membawa orang-orang percaya kepada Tuhan tersebut berada dalam kontrol pemerintah sepenuhnya. Mereka percaya bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk mencapai tujuan mereka dalam melarang iman dan mengubah Tiongkok menjadi sebuah negara tanpa Tuhan. Tetapi Roh Kudus terus melakukan banyak karya dalam gereja rumah dan dalam mereka yang benar-benar percaya kepada Tuhan, yang pemerintah CCP tidak punya cara untuk menghentikannya. Pada saat itu, dalam gereja rumah di mana Roh Kudus bekerja, Kristus dari akhir zaman secara rahasia muncul untuk berkarya, dan mulai mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari bait Tuhan.Pada awal Februari 1991, seseorang di gereja sepertinya menerima pencerahan Roh Kudus dan mulai berbicara, bersaksi bagi nama Tuhan dan kedatangan Tuhan. Perkataan ini dikirim ke gereja-gereja, dan setelah membacanya, semuanya menjadi bersemangat, mereka semua kegirangan, dan percaya bahwa tentulah ini adalah pencerahan dan firman dari Roh Kudus. Dari situlah Kristus mulai berbicara. Kadang-kadang Kristus mengucapkan satu ayat dalam sehari, terkadang dua hari sekali, dan firman ini menjadi semakin sering. Semua orang menyebarkannya dan merasa sangat bersemangat, pertemuan-pertemuan penuh dengan kegembiraan, dan semua orang tenggelam dalam kebahagiaan. Saat Kristus mulai mengungkapkan lebih banyak firman, semua orang memperhatikan untuk menikmati firman Tuhan. Dan demikianlah, selama pertemuan, mereka secara resmi mulai menikmati firman Roh Kudus sekarang ini. Pada waktu itu, orang belum menyadari bahwa Tuhan telah berinkarnasi dan ini adalah penampakan Kristus. Mereka hanya menganggap pengungkapan Kristus sebagai pencerahan dari Roh Kudus yang diterima oleh orang biasa, karena dalam pengungkapan Kristus, Ia tidak secara resmi bersaksi pada inkarnasi Tuhan. Tidak ada yang mengerti apa itu inkarnasi, dan orang hanya mengetahui bahwa perkataan tersebut adalah pencerahan dari Roh Kudus. Oleh karena itu, mereka masih memperlakukan Kristus sebagai orang biasa. Hanya ketika ucapan Kristus mencapai puncaknya Tuhan baru mulai bersaksi pada inkarnasi Tuhan, menjelaskan perbedaan antara Roh Kudus turun ke atas manusia dan karya Roh Kudus dalam manusia dan mengungkapkan misteri dari perwujudan Roh dalam daging. Ketika itulah orang baru mengetahui bahwa orang biasa ini yang hidup di antara mereka dan mengungkapkan perkataan untuk menggembalakan dan memperlengkapi gereja-gereja adalah Tuhan inkarnasi, Kristus, dan Tuhan yang telah menampakkan diri. Setelah menyadari hal ini, mereka semua membeci betapa mereka dulu buta, bodoh dan bebal. Mereka juga bersujud di hadapan Kristus, menangis dan bertobat. Hati mereka terkoyakkan oleh duka yang mendalam, tangisan mereka terdengar di mana-mana. Pada saat itu, hati orang-orang dipenuhi dengan perasaan duka bercampur dengan kegembiraan yang tidak dapat dijelaskan. Ketika mereka melihat Kristus, mereka hanya tahu bahwa mereka harus bersujud menyembah; jika tidak, mereka merasakan kegelisahan dalam hati mereka. Ketika bersujud di hadapan Kristus, mereka merasakan kegembiraan dan merasa bahwa mereka telah benar-benar kembali ke hadapan Tuhan dan merupakan orang-orang kepunyaan-Nya. Setelah Kristus menampakkan diri, Ia mengungkapkan semakin banyak firman. Ia secara bertahap masuk ke dalam jalur Karya Tuhan yang benar dan mengantarkan pada penghakiman yang dimulai dari bait Tuhan. Firman Tuhan menaklukkan orang sepenuhnya. Melalui penyingkapan Kristus mengenai makna nama Tuhan, nama Tuhan Yang Mahakuasa tercipta, sehingga orang berdoa secara langsung dalam nama Tuhan Yang Mahakuasa, dan selama pertemuan mereka menikmati firman Tuhan Yang Mahakuasa. Hal ini karena firman ini (yaitu, semua perkataan dalam Firman yang Menampakkan Diri dalam Daging) adalah karya Tuhan pada masa ini, firman Tuhan di zaman baru, dan kebutuhan orang pada masa ini. Karena ada karya dan firman baru Tuhan, tentu saja Alkitab menjadi ketinggalan zaman, dan tentu saja tidak akan ada orang yang akan mengindahkan berbagai pepatah dan teori dari Zaman Kasih Karunia. Mereka semua ditaklukkan oleh firman pada saat ini, seolah mereka melihat surga terbuka. Hal ini karena Tuhan menyingkapkan semua bentuk misteri, mata orang-orang terbuka, dan mereka melihat bahwa sebagian besar pepatah yang dipegang orang dalam Zaman Kasih Karunia hanyalah gagasan, dan mengandung hal-hal yang menyimpang dan keliru. Berkat penampakan Tuhan, orang melangkah ke jalur yang benar dalam percaya kepada Tuhan. Baru setelah orang ditaklukkan oleh firman Tuhanlah mereka mengetahui bahwa orang yang biasa dan normal yang mengungkapkan firman Tuhan adalah Kristus, dan Tuhan yang berinkarnasi menjadi daging.Kristus lahir dalam sebuah keluarga biasa di Tiongkok Utara. Dari masa kecilnya, Ia telah percaya kepada Tuhan dengan segenap hati-Nya. Ia tumbuh dewasa seperti layaknya orang biasa. Pada 1989, tepat ketika Roh Kudus sedang bekerja dalam skala besar pada gereja rumah, Kristus berhenti sekolah dan secara resmi masuk ke gereja rumah. Pada saat itu, Kristus memiliki semangat dalam hati-Nya dan Ia rindu untuk melayani Tuhan dan melakukan tugas-Nya. Dua tahun kemudian, Kristus mulai mengungkapkan firman, menuliskan firman dalam hati-Nya dan memberikannya ke gereja-gereja. Setelah itu, saat Kristus mengungkapkan semakin banyak kebenaran, orang-orang menjadi tertarik dengan firman Kristus, dan lapar untuk membaca apa yang Ia telah ungkapkan. Khususnya, firman-Nya yang mengungkapkan dan menghakimi substansi dari sifat rusak manusia, dan watak keji dari manusia yang rusak, menusuk hati manusia seperti sebuah pedang bermata dua. Barulah pada saat itu mereka sepenuhnya ditaklukkan oleh firman Tuhan dan berlutut di hadapan Tuhan. Barulah pada saat itu Kristus diterima, dikenal, dan dimuliakan oleh orang, dan menjadi Tuhan yang praktis yang dihormati, dikasihi dan dimuliakan oleh umat manusia. Kristus memiliki baik kemanusiaan yang biasa dan keilahian penuh. Ia dapat mengungkapkan kebenaran kapan pun dan di mana pun, dan mengungkapkan substansi dari kerusakan umat manusia. Firman dan pandangan-Nya penuh dengan kebenaran dan kebijaksanaan, sama seperti Tuhan Yesus. Apa yang sedang dan telah dikatakan Kristus tidak dipelajari dari buku-buku, tetapi datang langsung dari substansi ilahi yang Ia miliki. Kristus diperanakkan dari Tuhan. Dalam hidup-Nya, orang melihat kemanusiaan-Nya yang sangat biasa. Dari karya-Nya dan kesabaran-Nya terhadap umat manusia, orang dapat melihat substansi ilahinya dan watak-Nya yang tidak toleran dengan penghinaan oleh manusia. Meskipun, seperti Tuhan Yesus, Kristus memiliki kelemahan manusiawi, Ia juga memiliki substansi kepatuhan kepada Roh Tuhan. Ia penuh dengan kebenaran dan kebijaksanaan, membangkitkan keyakinan penuh dalam orang-orang, baik di dalam hati dan perkataan mereka. Kristus adalah kebenaran, jalan dan hidup, dalam nama dan dalam kenyataan! Tuhan telah berinkarnasi sebagai seorang yang teramat kecil, dan bekerja secara rahasia dan rendah hati di antara manusia, menaklukkan umat manusia dan mengalahkan musuh melalui pengungkapan kebenaran. Ia telah sejak lama sepenuhnya mengatasi, disaksikan dan dinyatakan. Inilah kemahakuasaan, kebijaksanaan, dan kemuliaan Tuhan. Sebagai hasil penampakan dan karya Kristus, Gereja Tuhan Yang Mahakuasa terlahir. Kemudian, saudara dan saudari di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa mulai menyaksikan karya Tuhan, dan memulai pekerjaan menyebarkan injil kerajaan Kristus. Ini adalah perkenalan singkat tentang latar belakang inkarnasi Tuhan dan kedatangan rahasia-Nya untuk bekerja. Sederhananya, Kristus yang berinkarnasi telah datang ke negeri di mana naga merah yang sangat besar tinggal, dan mengungkapkan firman penghakiman dan hajaran, dan menaklukkan serta menyelamatkan orang-orang pilihan Tuhan di Tiongkok. Dapat dikatakan, Tuhan yang berinkarnasi memerangi Iblis di sarang naga merah yang sangat besar, dan telah memberikan segalanya dengan tujuan untuk membangunkan umat manusia, dan membuat mereka mendengar dan mengenali suara Tuhan, dan karenanya kembali ke hadapan Tuhan dan diselamatkan oleh Tuhan. Ini adalah sesuatu yang teramat langka dan memiliki arti yang sangat mendalam. Dalam inkarnasi ini Tuhan bekerja untuk menyelamatkan manusia, yang berarti bahwa Tuhan telah datang untuk mengatur tempat tujuan umat manusia dan mengakhiri zaman ini. Tuhan telah datang ke Tiongkok Daratan, negeri yang dihuni oleh naga merah yang sangat besar, dan telah datang secara rahasia untuk bekerja, menaklukkan, dan menyelamatkan umat manusia yang teramat rusak dan menyempurnakan sekelompok orang menjadi para pemenang. Hal ini telah mengantarkan pada penghakiman takhta putih yang besar di akhir zaman, dan telah membuka jalan untuk penampilan terbuka Tuhan pada semua bangsa dan daerah di dunia dalam langkah selanjutnya. -
Bacaan Renungan Harian: Membedakan Firman Tuhan dari Perkataan manusiaSaudara-saudari, semoga engkau sekalian memiliki damai sejahtera di dalam Tuhan! Syukur atas kasih karunia Tuhan sehingga kita dapat berjumpa lagi.Baru-baru ini ada beberapa saudara-saudari yang telah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa sementara menyelidiki pekerjaan-Nya pada akhir zaman, dan mereka semua merasa bahwa firman Tuhan ini berotoritas dan berkuasa, dan bahwa firman Tuhan ini sepenuhnya menelanjangi kerusakan yang terletak paling dalam di hati kita. Saudara-saudari ini juga merasa bahwa firman Tuhan ini dapat memecahkan kesulitan dan kebingungan nyata kita serta memberi kita makanan rohani yang kita butuhkan dalam hidup kita, ditambah firman ini memungkinkan kita untuk memahami begitu banyak kebenaran yang tidak kita pahami sebelumnya. Setelah menjalani periode pencarian dan penyelidikan, beberapa orang telah menegaskan dalam hati mereka bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah suara Tuhan sendiri, dan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang telah datang kembali. Namun demikian, ada beberapa saudara-saudari lainnya yang percaya bahwa perkataan dari tokoh-tokoh rohani yang besar di dunia keagamaan juga mengandung pencerahan dan penerangan dari Roh Kudus, bahwa perkataan para tokoh tersebut memberikan orang manfaat rohani dan sejalan dengan kebenaran. Jadi, mereka tidak berani mengkonfirmasi apakah firman Tuhan Yang Mahakuasa itu benar-benar firman Tuhan atau bukan. Fakta bahwa kita memiliki kebingungan seperti ini berarti bahwa kita tidak mengenali firman Tuhan, bahwa kita tidak dapat dengan jelas membedakan perbedaan mendasar antara firman Tuhan dan perkataan para tokoh rohani. Jika kita tidak dapat membedakan antara perkataan para tokoh rohani dan firman Tuhan, kita akan menjadi lebih rentan untuk mengikuti dan memuja seseorang serta memperlakukan firman Tuhan seolah-olah itu adalah perkataan manusia, dan kemudian hal itu akan membuat kita lebih mungkin kehilangan keselamatan dari Tuhan. Jelas bahwa amat penting bagi masing-masing diri kita untuk memahami hal ini. Persekutuan hari ini adalah tentang "bagaimana membedakan firman Tuhan dan perkataan manusia"—kiranya Tuhan mencerahkan dan membimbing persekutuan kita.Kita semua tahu bahwa Tuhan telah mengucapkan banyak perkataan sejak memulai pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan umat manusia, dan terlepas dari apakah firman itu disampaikan oleh para nabi atau diucapkan secara langsung oleh Tuhan sendiri, itu semua adalah firman Tuhan. Firman itu semuanya adalah kebenaran, jalan, dan hidup, dan semuanya merupakan pengungkapan watak Tuhan serta apa yang Dia miliki dan siapa Dia itu. Firman ini bisa menjadi kehidupan manusia. Namun perkataan para tokoh rohani atau orang yang dipakai Tuhan hanyalah pemahaman mereka tentang firman Tuhan sendiri; beberapa perkataan tokoh rohani tersebut berupa surat-surat yang mereka tulis berkaitan dengan beban yang mereka tanggung bagi gereja, dan beberapa perkataan mereka lainnya adalah apa yang telah mereka alami atau pahami secara pribadi dari mengalami firman Tuhan. Semua perkataan ini bukanlah kebenaran, dan bahkan jika perkataan para tokoh rohani ini sejalan dengan kebenaran, bahkan jika perkataan ini benar dan memberikan manfaat rohani dan keuntungan bagi sesama manusia, perkataan para tokoh rohani ini pada dasarnya berbeda dari firman Tuhan dan tidak dapat diucapkan pada waktu yang bersamaan dengan firman Tuhan. Sebagaimana yang difirmankan oleh Tuhan Yang Mahakuasa: "Perkataan Tuhan tidak dapat diucapkan sebagai perkataan manusia, apalagi perkataan manusia diucapkan sebagai perkataan Tuhan. Manusia yang dipakai Tuhan bukanlah Tuhan yang berinkarnasi, dan Tuhan yang berinkarnasi bukanlah manusia yang dipakai Tuhan. Ada perbedaan substansial dalam hal ini. … Bagaimana mungkin perkataan Tuhan disamakan dengan perkataan manusia yang telah mendapatkan pencerahan? Firman Tuhan yang berinkarnasi memulai zaman yang baru, membimbing seluruh umat manusia, mengungkapkan misteri, dan mengarahkan manusia menuju zaman yang baru. Pencerahan yang diperoleh manusia hanyalah pengalaman atau pengetahuan semata. Pencerahan ini tidak dapat membimbing seluruh umat manusia menuju zaman baru atau mengungkapkan misteri Tuhan itu sendiri. Bagaimanapun juga, Tuhan tetaplah Tuhan dan manusia tetaplah manusia. Tuhan memiliki hakikat Tuhan dan manusia memiliki hakikat manusia. Jika manusia menganggap perkataan yang diucapkan Tuhan hanya sebagai pencerahan dari Roh Kudus, dan menganggap perkataan para rasul dan nabi sebagai perkataan yang diucapkan langsung oleh Tuhan, manusia itu salah" (Prakata, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia).
Jadi apa perbedaan mendasar antara firman Tuhan dan perkataan manusia? Mari kita selidiki hal ini dalam persekutuan bersama-sama.1. Firman Tuhan dapat memulai atau mengakhiri zaman, tetapi perkataan manusia hanya dapat masuk ke dalam pengalaman dan pemahaman pribadi mereka tentang dasar pekerjaan dan firman Tuhan–perkataan manusia tidak dapat melampaui ruang lingkup pekerjaan dan firman Tuhan.Kita semua tahu bahwa Tuhan adalah Pencipta, bahwa Dia adalah kebenaran, jalan, dan hidup, dan bahwa Dia berkuasa atas segala sesuatu. Hanya firman Tuhan yang dapat memulai zaman yang baru atau mengakhiri zaman yang lama. Tuhan Yahweh membukakan Zaman Hukum Taurat, dan memberitahukan Hukum Taurat dan perintah melalui Musa untuk membimbing kehidupan manusia di muka bumi. Dia juga memberi tahu umat manusia bagaimana mereka hendaknya takut akan Yahweh, bagaimana melayani Tuhan, bagaimana mempersembahkan korban; Dia memberi tahu manusia bagaimana mereka hendaknya berinteraksi satu sama lain, dan etika serta akal sehat apa yang seharusnya mereka miliki. Firman Tuhan Yahweh pada Zaman Hukum Taurat menunjukkan prinsip-prinsip yang jelas dan arahan yang jelas bagi umat manusia, yang memungkinkan manusia untuk menjalankan kehidupan yang teratur dan tertib di muka bumi. Tidak ada orang yang bisa mengeluarkan hukum dan perintah seperti itu, hanya Tuhan saja yang bisa. Ketika Zaman Kasih Karunia tiba, Tuhan sendiri berinkarnasi dan menjadi Tuhan Yesus, dan melakukan langkah pekerjaan untuk menebus umat manusia di atas dasar pekerjaan Zaman Hukum Taurat. Tuhan Yesus mengungkapkan jalan pertobatan dan mengajarkan manusia tentang bagaimana mengaku dosa dan bertobat; Dia menunjukkan kepada orang-orang dari Zaman Kasih Karunia jalan yang harus mereka masuki. Sebagai contoh, Tuhan menghendaki kita untuk memikul salib kita sendiri dan mengikuti Tuhan, dan juga untuk mengasihi Dia dengan segenap hati dan pikiran kita, untuk menjadi rendah hati, toleran, dan mengampuni dalam berinteraksi dengan orang lain, dan untuk mengasihi orang lain sebagaimana kita mengasihi diri kita sendiri. Perkataan yang diucapkan oleh Tuhan Yesus ini adalah hal-hal yang tidak pernah diucapkan oleh Tuhan pada Zaman Hukum Taurat; perkataan Tuhan Yesus lebih baru, lebih tinggi dan merupakan hal-hal yang tidak bisa diucapkan oleh manusia mana pun. Sekarang Tuhan Yang Mahakuasa telah datang pada akhir zaman dan mengucapkan jutaan kata—Dia telah melakukan langkah pekerjaan menghakimi dan mentahirkan umat manusia dengan firman-Nya di atas dasar pekerjaan penebusan Tuhan Yesus. Firman Tuhan Yang Mahakuasa menyingkapkan dan menghakimi esensi rusak dan watak pemberontak kita, memberikan kita pemahaman yang benar tentang watak rusak kita sendiri serta fakta dan kebenaran tentang kerusakan kita oleh Iblis. Firman Tuhan Yang Mahakuasa juga menunjukkan kepada kita jalan penerapan dan jalan masuk ke Zaman Kerajaan dan jalan untuk mengubah watak kita yang rusak. Ini mencakup bagaimana membangun hubungan yang benar dengan Tuhan, bagaimana meneduhkan hati kita di hadirat Tuhan, bagaimana tunduk kepada-Nya, bagaimana mengejar pengetahuan tentang Tuhan, bagaimana melayani sesuai dengan kehendak-Nya, bagaimana berupaya untuk menjadi pemenang, apa arti perubahan watak dan bagaimana mencapai perubahan watak. Tidak hanya itu, tetapi Tuhan Yang Mahakuasa juga telah mengeluarkan perintah dan ketetapan administratif pada Zaman Kerajaan, yang memungkinkan kita untuk memiliki pemahaman yang sejati tentang watak Tuhan yang benar dan kudus. Firman yang diucapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa telah mengakhiri Zaman Kasih Karunia dan memulai Zaman Kerajaan, dan itu adalah firman yang sebelumnya tidak pernah diucapkan oleh Tuhan. Terlebih lagi, itu adalah firman yang tidak bisa diucapkan oleh manusia yang rusak. Saudara-saudari, kita dapat melihat dari firman Tuhan Yahweh, Tuhan Yesus, dan Tuhan Yang Mahakuasa bahwa firman Tuhan adalah firman yang memulai dan mengakhiri zaman—itu adalah firman yang memberikan kita jalan penerapan yang baru.Namun perkataan manusia berbeda—perkataan manusia tidak dapat mengakhiri zaman yang lama atau memulai zaman yang baru. Perkataan manusia hanya bisa berupa diskusi tentang pandangan dan pemahaman pribadi mereka dalam lingkup pekerjaan dan firman Tuhan agar pengikut Tuhan dapat memahami firman-Nya dengan lebih baik dan menyesuaikan penerapan mereka dengan tepat. Seperti yang Daud katakan dalam Mazmur 34:11, "Kemarilah anak-anak, dengarkan aku: aku akan mengajarkan kepadamu takut akan Yahweh." Kita dapat melihat dari sini bahwa pada Zaman Hukum Taurat, perkataan manusia hanya menegakkan pekerjaan Tuhan bagi Zaman Hukum Taurat, memungkinkan orang lain untuk mencapai rasa takut akan Tuhan Yahweh dan mengikuti jalan-Nya. Perkataan manusia tidak melampaui ruang lingkup pekerjaan dan firman Tuhan Yahweh. Pada Zaman Kasih Karunia, ada para rasul dan murid seperti Petrus, Matius, Markus, dan Paulus, serta beberapa tokoh rohani yang lebih baru. Mereka semua menulis surat dan memberikan khotbah untuk menasihati orang dalam lingkup pekerjaan dan firman Tuhan Yesus, menggunakan pengalaman dan pemahaman mereka sendiri untuk mendukung saudara-saudari mereka, mengajarkan orang bagaimana melakukan firman Tuhan Yesus, hingga mereka bisa menyaksikan pekerjaan penebusan Tuhan Yesus dan menyebarkan keselamatan-Nya. Jelas, terlepas dari apakah mereka adalah orang-orang dari Perjanjian Lama yang dipakai oleh Tuhan, atau rasul atau murid Tuhan Yesus dari Perjanjian Baru, atau tokoh rohani baru-baru ini, mereka semua hanya bekerja sama dengan Tuhan dan menegakkan pekerjaan Tuhan pada zaman tersebut. Mereka tidak dapat melampaui ruang lingkup pekerjaan dan firman Tuhan pada saat itu. Sebagaimana Tuhan Yang Mahakuasa berfirman, "Manusia mengungkapkan pengalamannya sementara Tuhan mengungkapkan keberadaan-Nya—keberadaan ini adalah watak-Nya yang melekat dan berada di luar jangkauan manusia. Pengalaman manusia adalah penglihatan dan pengetahuannya yang diperoleh berdasarkan pengungkapan Tuhan tentang keberadaan-Nya. Penglihatan dan pengetahuan ini disebut keberadaan manusia. Keduanya diungkapkan atas dasar watak manusia yang melekat dan kualitas yang sebenarnya. Karena itu, keduanya disebut juga keberadaan manusia" ("Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Pekerjaan yang mereka lakukan hanyalah mempersiapkan sebuah jalan yang tepat bagi Tuhan sendiri atau melanjutkan satu aspek tertentu dalam pengelolaan yang Tuhan sendiri kerjakan di muka bumi. Dalam diri mereka sendiri, orang-orang ini tidak mampu melakukan pekerjaan yang lebih besar di dalam pengelolaan-Nya, dan mereka juga tidak dapat membuka jalan keluar yang baru, apalagi menyimpulkan seluruh pekerjaan Tuhan dari zaman sebelumnya. Oleh karena itu, pekerjaan yang mereka lakukan hanyalah merepresentasikan makhluk ciptaan yang menjalankan fungsinya dan tidak dapat merepresentasikan Tuhan itu sendiri yang mengerjakan pelayanan-Nya" ("Misteri Inkarnasi (1)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").Saudara-saudari, persekutuan di atas dengan jelas menunjukkan kepada kita bahwa firman Tuhan dapat membukakan zaman yang baru dan mengakhiri zaman yang lama; firman Tuhan juga dapat memberikan manusia jalan penerapan yang lebih baru dan lebih tinggi. Sebaliknya, perkataan manusia tidak dapat memulai zaman yang baru, tetapi dapat dipersekutukan dengan sudut pandang dan pemahaman mereka sendiri berdasarkan perkataan Tuhan; dengan cara ini mereka dapat melayani saudara-saudari, tetapi tidak peduli betapa mulianya, betapa dalamnya pengalaman dan pemahaman mereka, mereka tidak dapat melangkah keluar dari batasan pekerjaan dan firman Tuhan. Ini adalah satu perbedaan yang sangat jelas dan substantif antara firman Tuhan dan perkataan manusia.2. Firman Tuhan dapat mengungkapkan misteri Tuhan sendiri, tetapi perkataan manusia tidak dapat menyingkapkan misteri apa pun.Segala macam misteri seperti kisah inti pekerjaan Tuhan, rencana pengelolaan enam ribu tahun-Nya, pekerjaan apa yang akan Dia lakukan di masa depan, dan bagaimana cara masuk ke dalam kerajaan surga adalah hal-hal yang hanya diketahui oleh Tuhan sendiri, dan hanya Tuhan sendiri yang dapat menyingkapkannya. Kita manusia hanyalah makhluk yang sangat kecil, makhluk fana yang tidak mungkin menyelidiki persoalan alam rohani, dan kita bahkan kurang mampu menyingkapkan misteri Tuhan. Jika Tuhan sendiri tidak menyingkapkan misteri-Nya, kita manusia tidak akan pernah bisa memahaminya. Sebagaimana yang dikatakan dalam Ulangan 29:29, "Hal-hal rahasia adalah milik Yahweh, Tuhan kita; tetapi hal-hal yang dinyatakan adalah milik kita dan anak-anak kita selama-lamanya." Ayat ini memberi tahu kita bahwa hanya Tuhan yang mengetahui hal-hal rahasia, bukan manusia, dan bahwa manusia hanya dapat memahami konotasi hal-hal rahasia tersebut setelah disingkapkan oleh Tuhan. Sama seperti Kitab Maleakhi dalam Perjanjian Lama yang dengan jelas menubuatkan bahwa Elia akan datang sebelum Tuhan, tetapi ketika Elia datang tidak ada yang mengenalinya. Misteri ini tidak terungkap sampai setelah Tuhan Yesus datang, dan baru pada saat itulah orang tahu bahwa Yohanes Pembaptis adalah Elia yang telah dinubuatkan. Selain itu, Tuhan Yesus menyingkapkan misteri kerajaan surga, seperti "Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat" (Matius 4:17), dan "Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga" (Matius 7:21). Hanya dari misteri yang disingkapkan oleh Tuhan Yesus kita bisa memahami bahwa hanya mereka yang benar-benar bertobat dan menjadi orang yang melakukan kehendak Tuhan yang dapat masuk ke dalam kerajaan surga. Jika Tuhan Yesus tidak mengungkapkan misteri kerajaan surga, tidak mungkin kita bisa memahami kehendak dan persyaratan Tuhan, dan akan sangat sulit bagi kita untuk melakukan kehendak-Nya.Tuhan Yang Mahakuasa telah datang pada akhir zaman, dan Dia tidak hanya telah menggenapi semua nubuat yang diucapkan oleh Tuhan Yesus, tetapi Dia juga telah membukakan bagi umat manusia semua misteri penting yang berkaitan dengan rencana pengelolaan Tuhan. Seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, "Pekerjaan yang sudah Kukelola selama ribuan tahun hanya disingkapkan sepenuhnya kepada manusia di akhir zaman. Baru sekaranglah Kubukakan sepenuhnya misteri pengelolaan-Ku kepada manusia. Manusia mengetahui tujuan pekerjaan-Ku dan, terlebih lagi, telah memperoleh pemahaman mengenai seluruh misteri-Ku. Aku pun sudah memberitahukan kepada manusia segala sesuatu tentang tempat tujuan yang dirisaukannya. Sudah kubukakan bagi manusia seluruh misteri-Ku yang sebelumnya tersembunyi selama lebih dari 5.900 tahun" ("Pekerjaan Menyebarkan Injil Juga Merupakan Pekerjaan Menyelamatkan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Tahap pekerjaan ini akan menjelaskan kepadamu hukum Yahweh dan penebusan Yesus, dan pada prinsipnya demikian agar engkau dapat memahami seluruh rencana pengelolaan pekerjaan Tuhan selama enam ribu tahun, dan menghargai seluruh makna dan hakikat rencana pengelolaan enam ribu tahun ini, serta memahami tujuan semua pekerjaan yang dilakukan Yesus dan firman yang diucapkan-Nya, bahkan memahami kepercayaanmu yang membabi-buta dan pemujaanmu terhadap Alkitab. Semua ini akan membuatmu mengerti. Engkau akan mulai memahami baik pekerjaan yang dilakukan Yesus, maupun pekerjaan Tuhan pada masa kini; engkau akan memahami dan memperhatikan semua jalan, kebenaran, dan hidup. … Pada akhirnya, tahap pekerjaan saat ini akan menuntaskan pekerjaan Tuhan, dan akan menetapkan kesudahannya. Semua orang akan memahami dan mengenal rencana pengelolaan Tuhan. Gagasan dalam diri manusia, niat manusia, pemahamannya yang salah, gagasannya terhadap pekerjaan Yahweh dan Yesus, pandangannya tentang bangsa-bangsa bukan Yahudi, dan penyimpangan serta dan kesalahannya yang lain akan diperbaiki. Dan manusia akan memahami seluruh jalan kehidupan yang benar, dan seluruh pekerjaan yang dilakukan Tuhan, dan seluruh kebenaran. Ketika itu terjadi, tahap pekerjaan ini akan berakhir" ("Visi Pekerjaan Tuhan (2)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").Firman Tuhan Yang Mahakuasa telah menyingkapkan misteri rencana pengelolaan enam ribu tahun Tuhan, tujuan-Nya untuk mengelola umat manusia, pentingnya Tuhan menggunakan nama yang berbeda pada zaman yang berbeda, serta misteri inkarnasi. Firmannya juga telah menyingkapkan bagaimana semua umat manusia telah berkembang sampai hari ini, bagaimana Iblis merusak manusia, bagaimana Tuhan bekerja untuk menyelamatkan umat manusia, dan bagaimana Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman untuk mengubah dan menyucikan manusia. Firman Tuhan juga memberi tahu kita bagaimana Tuhan mengakhiri zaman, bagaimana kerajaan Kristus akan diwujudkan, serta tempat tujuan dan kesudahan masa depan umat manusia. Bukan hanya ini, tetapi bahkan pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh manusia selama berabad-abad telah dijawab di dalam firman Tuhan Yang Mahakuasa, seperti arti semua istilah ini: "ditangkap," "buah sulung yang matang," "144.000 anak laki-laki yang menang," "pohon kehidupan," "sungai air kehidupan," "penghakiman di hadapan takhta putih yang besar," "lautan api dan belerang," dan "dunia orang mati dan neraka". Dari generasi ke generasi, tidak seorang pun yang mampu mengungkapkan misteri-misteri ini, tetapi Tuhan Yang Mahakuasa, Kristus pada akhir zaman telah memperlihatkan semuanya. Hanya setelah Tuhan Yang Mahakuasa menyingkapkan hal-hal ini maka kita memperoleh pemahaman dan pengenalan yang benar tentang pekerjaan Tuhan, kehendak dan persyaratan-Nya bagi umat manusia, watak dan esensi-Nya, serta apa yang Dia miliki dan siapa Dia itu.Saudara-saudari, pada saat ini dalam persekutuan kita, kita dapat memahami bahwa firman Tuhan mampu mengungkapkan misteri Tuhan sendiri, bahwa firman Tuhan dapat membukakan misteri yang tersembunyi, sementara manusia tidak pernah dapat mengungkapkan misteri Tuhan. Ini adalah perbedaan substantif lainnya antara perkataan manusia dan firman Tuhan.…………Membaca teks lengkapnya: -
Selama ribuan tahun, manusia telah begitu rindu untuk dapat menyaksikan kedatangan sang Juruselamat. Manusia sangat rindu melihat Yesus sang Juruselamat di atas awan putih, saat Ia sendiri turun ke antara mereka yang selama ribuan tahun telah merindukan dan mendambakan-Nya. Manusia telah merindukan agar sang Juruselamat datang dan bersatu kembali dengan umat-Nya, yakni, agar Yesus sang Juruselamat datang kembali kepada orang-orang yang telah dipisahkan dari-Nya selama ribuan tahun. Manusia berharap Ia akan melakukan lagi pekerjaan penebusan yang dahulu dilakukan-Nya di antara orang Yahudi, akan berbelas kasihan dan mengasihi manusia, akan mengampuni dosa manusia, menanggung dosa manusia, dan bahkan menanggung segala pelanggaran manusia serta membebaskan manusia dari dosa. Mereka merindukan Yesus sang Juruselamat tetap sama seperti sebelumnya—Juruselamat yang dicintai, manis, dan dipuja, yang tak pernah murka terhadap manusia, dan tak pernah mencela manusia. Juruselamat ini mengampuni dan menanggung semua dosa manusia, dan bahkan mati di atas kayu salib bagi manusia sekali lagi. Semenjak Yesus pergi, murid-murid yang mengikuti-Nya, dan semua orang kudus yang diselamatkan berkat nama-Nya, terus merindukan-Nya dan menantikan-Nya dengan penuh harap. Semua orang yang diselamatkan oleh kasih karunia Yesus Kristus selama Zaman Kasih Karunia menanti-nantikan datangnya hari kesukaan di akhir zaman, saat Yesus sang Juruselamat datang di atas awan putih dan menampakkan diri di antara manusia. Tentu saja, ini juga keinginan semua orang yang menerima nama Yesus sang Juruselamat saat ini. Di seluruh alam semesta, semua orang yang mengenal keselamatan dari Yesus sang Juruselamat sangat mendambakan kedatangan Yesus Kristus yang tiba-tiba, untuk menggenapi firman-Nya ketika berada di bumi: "Aku akan datang dengan cara yang sama seperti Aku pergi." Manusia percaya bahwa setelah penyaliban dan kebangkitan, Yesus kembali ke surga di atas awan putih, lalu mengambil tempat-Nya di sebelah kanan Yang Mahatinggi. Manusia beranggapan bahwa dengan cara yang sama, Yesus akan turun, sekali lagi di atas awan putih (awan ini mengacu pada awan yang dinaiki Yesus waktu Ia kembali ke Surga), ke antara orang-orang yang sangat mendambakan-Nya selama ribuan tahun, dan bahwa Ia akan mengambil rupa orang Yahudi dan mengenakan pakaian mereka. Setelah menampakkan diri kepada manusia, Ia akan mengaruniakan makanan kepada mereka, dan membuat aliran-aliran air hidup menyembur bagi mereka, dan akan hidup di antara manusia, penuh kasih karunia dan kasih, hidup dan nyata. Demikian seterusnya. Namun, Yesus sang Juruselamat tidak melakukan hal ini; Ia melakukan hal yang bertentangan dengan pemahaman manusia. Ia tidak datang ke antara orang-orang yang mendambakan kedatangan-Nya kembali, dan tidak menampakkan diri kepada semua manusia sembari mengendarai awan putih. Ia sudah datang, tetapi manusia tidak mengenali-Nya, dan tetap mengabaikan kedatangan-Nya. Manusia hanya menantikan-Nya tanpa tujuan, tanpa menyadari bahwa Ia telah turun di atas "awan putih" (awan yang adalah Roh-Nya, perkataan-Nya, dan seluruh watak-Nya, serta seluruh keberadaan-Nya), dan kini Ia berada di antara sekelompok pemenang yang akan dibentuk-Nya pada akhir zaman. Manusia tidak mengetahui hal ini: Walaupun Yesus, Juruselamat yang kudus itu, penuh kasih sayang dan mengasihi manusia, bagaimana mungkin Ia bekerja dalam "bait" yang didiami oleh roh-roh yang cemar dan najis? Meskipun manusia sedang menantikan kedatangan-Nya, bagaimana mungkin Ia menampakkan diri kepada orang-orang yang memakan daging orang yang tidak benar, meminum darah orang yang tidak benar, mengenakan pakaian orang yang tidak benar, yang percaya kepada-Nya, tetapi tidak mengenal-Nya, dan yang selalu menuntut-Nya? Manusia hanya mengetahui bahwa Yesus sang Juruselamat itu penuh kasih dan belas kasihan, dan Ia adalah korban penghapus dosa yang penuh penebusan. Akan tetapi, manusia tidak tahu bahwa Ia juga adalah Tuhan itu sendiri, yang sangat penuh dengan kebenaran, kemegahan, murka, dan penghakiman, memiliki otoritas serta penuh dengan kehormatan. Oleh karena itu, meskipun manusia sungguh-sungguh mendambakan dan menginginkan kedatangan kembali sang Penebus, dan meskipun Surga tergerak oleh doa-doa manusia, Yesus sang Juruselamat tidak menampakkan diri kepada mereka yang percaya kepada-Nya tetapi yang tidak mengenal-Nya.
"Yahweh" adalah nama yang Aku pakai selama pekerjaan-Ku di Israel, dan yang artinya Tuhan orang Israel (bangsa pilihan Tuhan) yang dapat mengasihani manusia, mengutuk manusia, dan membimbing hidup manusia. Yang artinya Tuhan yang memiliki kuasa besar dan penuh dengan hikmat. "Yesus" adalah Imanuel, dan yang artinya korban penghapus dosa yang penuh kasih, belas kasihan, dan menebus manusia. Ia melakukan pekerjaan Zaman Kasih Karunia, dan mewakili Zaman Kasih Karunia, dan hanya dapat mewakili satu bagian rencana pengelolaan. Dengan kata lain, hanya Yahweh-lah Tuhan umat pilihan Israel, Tuhan Abraham, Tuhan Ishak, Tuhan Yakub, Tuhan Musa, dan Tuhan seluruh bangsa Israel. Begitu pula di zaman sekarang ini, semua orang Israel, selain suku Yehuda, menyembah Yahweh. Mereka mempersembahkan korban kepada-Nya di atas mezbah, dan melayani-Nya dengan mengenakan jubah imam di dalam Bait Suci. Yang mereka harapkan adalah penampakan kembali Yahweh. Hanya Yesus-lah Penebus umat manusia. Dialah korban penghapus dosa yang menebus umat manusia dari dosa. Dengan kata lain, nama Yesus berasal dari Zaman Kasih Karunia, dan ada karena pekerjaan penebusan pada Zaman Kasih Karunia. Nama Yesus ada agar orang-orang pada Zaman Kasih Karunia dapat lahir baru dan diselamatkan, dan merupakan nama teristimewa bagi penebusan seluruh umat manusia. Jadi, nama Yesus mewakili pekerjaan penebusan, dan menandai Zaman Kasih Karunia. Nama Yahweh adalah nama teristimewa bagi bangsa Israel yang hidup di bawah hukum Taurat. Di setiap zaman dan setiap tahap pekerjaan, nama-Ku bukan tanpa dasar, tetapi mengandung makna yang bersifat mewakili: Setiap nama mewakili satu zaman. Yahweh mewakili Zaman Hukum Taurat, dan merupakan sebutan kehormatan bagi Tuhan yang disembah oleh bangsa Israel. "Yesus" mewakili Zaman Kasih Karunia, dan merupakan nama Tuhan bagi semua orang yang ditebus selama Zaman Kasih Karunia. Jika manusia masih rindu akan kedatangan Yesus sang Juruselamat pada akhir zaman, dan masih berharap Ia datang dalam citra diri yang dikenakan-Nya di Yudea, maka seluruh rencana pengelolaan enam ribu tahun akan terhenti pada Zaman Penebusan, dan tidak dapat bergerak maju lagi. Selanjutnya, akhir zaman tidak akan pernah datang, dan zaman ini tidak akan pernah berakhir. Itu karena Yesus sang Juruselamat hanya dimaksudkan untuk penebusan dan penyelamatan umat manusia. Aku memakai nama Yesus demi semua orang berdosa di Zaman Kasih Karunia, tetapi itu bukan nama yang akan Aku pakai untuk membawa seluruh umat manusia kepada akhirnya. Meskipun Yahweh, Yesus, dan Mesias semua mewakili Roh-Ku, nama-nama ini hanya menandai zaman-zaman yang berbeda dalam rencana pengelolaan-Ku, dan tidak mewakili Aku seutuhnya. Nama-nama yang dipakai orang-orang di bumi untuk menyebut Aku tidak dapat mengungkapkan watak-Ku secara utuh dan seluruh keberadaan-Ku. Nama-nama itu hanyalah nama-nama panggilan-Ku dalam zaman-zaman yang berbeda. Oleh karena itu, saat zaman terakhir—akhir zaman—tiba, nama-Ku akan berubah lagi. Aku tidak akan dipanggil Yahweh, atau Yesus, apalagi Mesias, tetapi akan disebut Tuhan itu sendiri yang mahakuasa dan berkuasa, dan dengan nama inilah Aku akan membawa seluruh zaman menuju pada akhirnya. Aku pernah dikenal sebagai Yahweh. Aku juga pernah dipanggil Mesias, dan orang-orang pernah memanggil-Ku Yesus sang Juruselamat karena mereka mengasihi dan menghormati-Ku. Namun saat ini, Aku bukan Yahweh ataupun Yesus yang dikenal orang di masa lampau itu—Aku adalah Tuhan yang datang kembali pada akhir zaman, Tuhan yang akan membawa zaman ini menuju akhir. Aku-lah Tuhan itu sendiri yang bangkit di ujung-ujung bumi, sarat dengan keseluruhan watak-Ku, dan penuh dengan otoritas, hormat, serta kemuliaan. Orang-orang tidak pernah menjalin hubungan dengan-Ku, tidak pernah mengenal-Ku, dan tidak tahu tentang watak-Ku. Sejak penciptaan dunia hingga saat ini, tidak seorang pun pernah melihat-Ku. Inilah Tuhan yang menampakkan diri kepada manusia pada akhir zaman, tetapi tersembunyi di antara manusia. Ia berdiam di antara manusia, benar dan nyata, seperti matahari yang menyala-nyala dan lidah api, penuh dengan kuasa dan sarat akan otoritas. Tidak ada satu orang atau perkara pun yang tidak akan dihakimi oleh firman-Ku, dan tidak satu orang atau perkara pun yang akan luput dari pemurnian melalui nyala api. Pada akhirnya, segala bangsa akan diberkati karena firman-Ku, dan juga dihancurkan berkeping-keping karena firman-Ku. Dengan demikian, semua orang pada akhir zaman melihat bahwa Akulah Juruselamat yang datang kembali, Akulah Tuhan Yang Mahakuasa yang menaklukkan semua umat manusia. Aku pernah menjadi korban penghapus dosa manusia, tapi di akhir zaman, Aku juga menjadi terik matahari yang membakar segala sesuatu, dan juga Matahari kebenaran yang menyingkapkan segala sesuatu. Demikianlah pekerjaan-Ku di akhir zaman. Aku memakai nama ini dan Aku penuh dengan watak demikian supaya semua orang dapat melihat bahwa Akulah Tuhan yang benar, dan matahari yang menyala-nyala, dan lidah api. Supaya semua dapat menyembah-Ku, satu-satunya Tuhan yang benar, dan supaya mereka dapat melihat rupa-Ku yang sejati: Aku bukan hanya Tuhan orang Israel, dan bukan hanya Sang Penebus—Aku adalah Tuhan atas segala ciptaan di seluruh langit dan di seluruh bumi dan di lautan.
Ketika sang Juruselamat datang pada akhir zaman, seandainya Ia masih disebut Yesus, dan sekali lagi terlahir di Yudea, dan melakukan pekerjaan-Nya di Yudea, maka hal ini akan membuktikan bahwa Aku hanya menciptakan bangsa Israel dan hanya menebus bangsa Israel, dan Aku tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan bangsa-bangsa bukan Yahudi. Bukankah ini akan berlawanan dengan firman-Ku, bahwa "Aku-lah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatu"? Aku meninggalkan Yudea dan melakukan pekerjaan-Ku di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi karena Aku bukan hanya Tuhan atas bangsa Israel, tetapi Tuhan atas seluruh ciptaan. Aku menampakkan diri kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi pada akhir zaman karena Aku bukan hanya Yahweh, Tuhan bangsa Israel, tetapi, terlebih lagi, karena Aku-lah Pencipta semua umat pilihan-Ku di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi. Aku bukan hanya menciptakan Israel, Mesir, dan Libanon, tetapi juga semua bangsa-bangsa bukan Yahudi di luar Israel. Dan karena inilah Aku adalah Tuhan atas seluruh ciptaan. Aku hanya memakai Israel sebagai titik awal pekerjaan-Ku, menggunakan Yudea dan Galilea sebagai kubu-kubu pekerjaan penebusan-Ku, dan memakai bangsa-bangsa bukan Yahudi sebagai landasan Aku mengakhiri segala zaman. Aku melakukan dua tahap pekerjaan di Israel (kedua tahap pekerjaan pada Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia), dan Aku tengah melaksanakan dua tahap pekerjaan selanjutnya (Zaman Kasih Karunia dan Zaman Kerajaan) di seluruh negeri-negeri di luar Israel. Di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, Aku akan melakukan pekerjaan penaklukkan, dan menyudahi zaman ini. Jika manusia selalu memanggil-Ku Yesus Kristus, tetapi tidak menyadari bahwa Aku telah memulai zaman baru pada akhir zaman ini dan telah memulai pekerjaan baru, dan jika manusia selalu terobsesi menantikan kedatangan Yesus sang Juruselamat, maka Aku akan menyebut orang-orang seperti ini orang-orang yang tidak percaya kepada-Ku. Mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal-Ku, dan kepercayaan mereka kepada-Ku palsu. Mungkinkah orang-orang seperti ini menyaksikan kedatangan Yesus sang Juruselamat dari surga? Yang mereka nantikan bukanlah kedatangan-Ku, tetapi kedatangan Raja orang Yahudi. Mereka tidak mendambakan pemusnahan yang Kulakukan terhadap dunia lama yang najis ini, melainkan sangat merindukan kedatangan Yesus yang kedua kalinya, saat mereka akan ditebus; mereka menantikan Yesus sekali lagi menebus seluruh umat manusia dari tanah yang cemar dan jahat ini. Bagaimana mungkin orang-orang seperti itu menjadi mereka yang menyelesaikan pekerjaan-Ku pada akhir zaman? Hasrat manusia tidak mampu memenuhi keinginan-Ku maupun menyelesaikan pekerjaan-Ku, karena manusia hanya mengagumi atau menghargai pekerjaan yang Kulakukan dahulu, dan tidak tahu bahwa Aku adalah Tuhan itu sendiri yang selalu baru dan tak pernah usang. Manusia hanya tahu bahwa Aku adalah Yahweh, dan Yesus, tanpa sedikit pun pemahaman bahwa Aku adalah Yang Terkemudian, Pribadi yang akan membawa umat manusia menuju akhir. Segala yang didambakan dan dikenal manusia hanya berdasarkan pemahamannya sendiri, dan tak lebih dari yang dapat dilihat dengan matanya sendiri. Hal itu tidak sejalan dengan pekerjaan yang Kulakukan, justru bertentangan dengan pekerjaan-Ku. Jika pekerjaan-Ku dilakukan menuruti gagasan-gagasan manusia, kapan pekerjaan itu akan rampung? Kapan umat manusia akan memasuki tempat perhentian? Dan bagaimanakah Aku akan dapat memasuki hari ketujuh, hari Sabat? Aku bekerja seturut rencana-Ku, sesuai dengan tujuan-Ku, dan bukan berdasarkan niat manusia.