-
×
[PR]上記の広告は3ヶ月以上新規記事投稿のないブログに表示されています。新しい記事を書く事で広告が消えます。
-
Lirik Lagu Rohani Kristen Terbaru 2019 - Kasih dan Hakikat Tuhan adalah Tidak Mementingkan Diri Sendiri
Tuhan memb'ri terbaik dari-Nya.
Dia b'rikan sungguh yang terbaik.
Tak sekalipun tunjukkan d'rita-Nya.
Dia tanggung dan diam menunggu.
Itu bukan tanda kelemahan.
Hakikat kasih Tuhan tanpa pamrih.
Tuhan memb'ri terbaik dari-Nya.
Dia b'rikan sungguh yang terbaik.
Tuk manusia, menderita, menderita;
dengan diam, dengan diam ditanggung-Nya.
Dia berikan yang terbaik.
Tak sekalipun tunjukkan d'rita-Nya.
Dia tanggung dan diam menunggu.
Inilah ungkapan dari watak dan pribadi-Nya,
dari Dia s'benarnya: Sang Pencipta s'galanya.
Tuhan memb'ri terbaik dari-Nya.
Dia b'rikan sungguh yang terbaik.
Tuk manusia, menderita, menderita;
dengan diam, dengan diam ditanggung-Nya.
Dia berikan, yang terbaik.
Dia b'ri terbaik dari diri-Nya.
Tuhan memb'ri terbaik dari-Nya.
Dia b'rikan sungguh yang terbaik.
Tuk manusia, mend'rita;
Dia d'rita, diam menanggung serta memb'rikan.
Diam menanggung serta memb'rikan.
Dia b'ri terbaik dari diri-Nya.
dari "Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru"
PR -
Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 31Segera setelah menciptakan umat manusia, Tuhan mulai melibatkan diri-Nya dengan manusia dan berbicara kepada manusia, dan watak-Nya pun mulai diungkapkan kepada manusia. Dengan kata lain, dari sejak Tuhan pertama kali melibatkan diri-Nya dengan umat manusia, tanpa henti Dia mulai memberitahukan hakikat-Nya, apa yang dimiliki-Nya, dan siapa diri-Nya secara terbuka kepada manusia. Terlepas dari apakah orang-orang pada zaman dahulu atau orang-orang pada zaman sekarang mampu melihat atau memahami semua itu, singkatnya Tuhan berbicara kepada manusia dan bekerja di antara manusia, menyingkapkan watak-Nya dan mengungkapkan hakikat-Nya—yang merupakan sebuah kenyataan dan tidak terbantahkan oleh siapa pun. Ini juga berarti bahwa watak Tuhan, hakikat Tuhan, apa yang dimiliki-Nya dan siapa diri-Nya terus menerus dinyatakan dan diungkapkan tatkala Dia bekerja dan menjalin hubungan dengan manusia. Dia tidak pernah menutupi atau menyembunyikan apa pun dari manusia, melainkan menyatakannya secara terbuka dan melepaskan watak-Nya sendiri tanpa merahasiakan apa pun. Dengan demikian, Tuhan berharap manusia dapat mengenal-Nya serta memahami watak dan hakikat-Nya. Dia tidak ingin manusia menganggap watak dan hakikat-Nya sebagai misteri abadi, dan Dia juga tidak ingin umat manusia menganggap Tuhan sebuah teka-teki yang tidak pernah dapat dipecahkan. Hanya setelah umat manusia mengenal Tuhan, barulah mereka dapat mengetahui jalan ke depan dan menerima bimbingan Tuhan, dan hanya umat manusia seperti inilah yang dapat sungguh-sungguh hidup di bawah kekuasaan Tuhan, hidup di dalam terang, dan hidup di tengah berkat Tuhan.
Firman dan watak yang dinyatakan dan diungkapkan Tuhan merepresentasikan kehendak dan juga hakikat-Nya. Ketika Tuhan menjalin hubungan dengan manusia, tidak peduli apa pun yang Dia katakan atau lakukan, atau watak apa yang Dia ungkapkan, dan tidak peduli apa pun yang manusia lihat dari hakikat-Nya, apa yang dimiliki-Nya dan siapa diri-Nya, semuanya itu merepresentasikan kehendak Tuhan bagi manusia. Terlepas dari seberapa banyak manusia mampu menyadari, mengerti atau memahaminya, semua itu merepresentasikan kehendak Tuhan—kehendak Tuhan bagi manusia. Ini tidak diragukan lagi! Kehendak Tuhan bagi umat manusia adalah bagaimana Dia menuntut mereka menjadi apa, apa yang Dia tuntut mereka lakukan, bagaimana Dia menuntut mereka menjalani hidup, dan bagaimana Dia menuntut mereka agar mampu memenuhi kehendak Tuhan. Apakah hal-hal ini tidak terpisahkan dari hakikat Tuhan? Dengan kata lain, Tuhan menyatakan watak-Nya, semua yang Dia miliki dan siapa diri-Nya dan pada saat yang sama membuat tuntutan terhadap manusia. Tidak ada kepalsuan dan kepura-puraan, tidak ada yang ditutupi, dan ditambah-tambahkan. Namun mengapa manusia tidak mampu mengetahui, dan mengapa ia tidak pernah mampu memahami watak Tuhan dengan jelas? Mengapa manusia tidak pernah menyadari kehendak Tuhan? Apa yang diungkapkan dan dinyatakan oleh Tuhan adalah apa yang Tuhan sendiri miliki dan siapa diri-Nya, serta setiap bagian dan sisi dari watak-Nya yang sebenarnya—jadi mengapa manusia tidak dapat melihatnya? Mengapa manusia tidak mampu memiliki pengetahuan yang menyeluruh? Ada alasan penting untuk hal ini. Apakah alasannya? Sejak saat penciptaan, manusia tidak pernah menganggap Tuhan sebagai Tuhan. Di masa-masa paling awal, tidak peduli apa pun yang Tuhan lakukan yang berkaitan dengan manusia, manusia yang baru saja diciptakan itu menganggap-Nya tidak lebih dari seorang pendamping, seseorang untuk diandalkan, serta tidak memiliki pengetahuan atau pemahaman tentang Tuhan. Artinya, manusia tidak mengetahui bahwa apa yang dinyatakan oleh Pribadi ini—Pribadi yang ia andalkan dan ia anggap sebagai pendamping ini—adalah hakikat Tuhan, dan manusia juga tidak mengetahui bahwa Pribadi ini adalah Pribadi yang mengatur segala sesuatu. Secara sederhana, manusia pada masa itu, tidak mengenali Tuhan sama sekali. Mereka tidak tahu bahwa langit dan bumi dan segala sesuatu telah dijadikan oleh-Nya, dan mereka tidak tahu dari mana Dia berasal dan terlebih lagi, tidak tahu siapa diri-Nya. Tentu saja, pada saat itu Tuhan tidak menuntut manusia untuk mengenal atau memahami diri-Nya, untuk mengerti semua yang Dia lakukan atau mengetahui kehendak-Nya, karena ini merupakan masa-masa paling awal setelah penciptaan manusia. Ketika Tuhan memulai persiapan untuk pekerjaan di Zaman Hukum Taurat, Tuhan melakukan beberapa hal kepada manusia dan juga mulai memberi mereka beberapa tuntutan, memberi tahu mereka cara memberikan persembahan dan beribadah kepada Tuhan. Baru kemudian manusia mendapatkan beberapa gagasan sederhana tentang Tuhan. Baru kemudian mereka mengetahui perbedaan antara manusia dan Tuhan, dan bahwa Tuhan adalah Pribadi yang menciptakan umat manusia. Ketika manusia tahu bahwa Tuhan adalah Tuhan dan manusia adalah manusia, terbentanglah jarak tertentu antara diri mereka dan Tuhan, tetapi Tuhan tetap tidak meminta manusia untuk memiliki pengetahuan yang luas atau pemahaman yang mendalam tentang diri-Nya. Jadi, Tuhan memberi kepada manusia persyaratan yang berbeda berdasarkan pada tahap dan keadaan pekerjaan-Nya. Apakah yang engkau semua lihat dalam hal ini? Aspek apakah dari watak Tuhan yang engkau semua pahami? Apakah Tuhan itu nyata? Apakah tuntutan Tuhan terhadap manusia sesuai? Selama masa-masa paling awal setelah Tuhan menciptakan manusia, ketika Tuhan baru akan melakukan pekerjaan penaklukan dan penyempurnaan dalam diri manusia, dan belum menyampaikan terlalu banyak firman kepada mereka, Dia hanya menuntut sedikit dari manusia. Terlepas dari apa yang manusia lakukan dan cara mereka berperilaku—bahkan jika mereka melakukan beberapa hal yang menyinggung Tuhan—Tuhan mengampuni dan mengabaikan semuanya. Ini karena Tuhan tahu apa yang telah Dia berikan kepada manusia dan apa yang ada dalam diri manusia, dan dengan demikian Dia pun tahu standar tuntutan apa yang harus Dia buat bagi manusia. Meskipun standar tuntutan-Nya pada saat itu sangat rendah, bukan berarti bahwa watak-Nya tidak agung, atau bahwa hikmat dan kemahakuasaan-Nya hanyalah kata-kata kosong. Bagi manusia, hanya ada satu cara untuk mengetahui watak Tuhan dan Tuhan itu sendiri, yaitu dengan mengikuti langkah-langkah pekerjaan pengelolaan Tuhan dan penyelamatan manusia, dan menerima firman yang Tuhan sampaikan kepada umat manusia. Setelah mengetahui apa yang Tuhan miliki dan siapa diri-Nya serta mengetahui watak Tuhan, apakah manusia akan tetap meminta kepada Tuhan agar Dia menunjukkan pribadi-Nya yang nyata kepada manusia? Manusia tidak akan dan tidak berani memintanya, karena dengan memahami watak Tuhan, apa yang dimiliki-Nya dan siapa diri-Nya, manusia telah melihat Tuhan itu sendiri yang sebenarnya, dan telah menyaksikan pribadi-Nya yang nyata. Ini adalah hasil yang tidak terelakkan.
Karena pekerjaan dan rencana Tuhan berkembang maju tanpa henti, dan setelah Tuhan menetapkan perjanjian pelangi dengan manusia sebagai tanda bahwa Dia tidak akan pernah lagi menghancurkan dunia dengan menggunakan air bah, Tuhan memiliki keinginan yang semakin kuat untuk mendapatkan mereka yang bisa sepikiran dengan-Nya. Karena itu, Dia juga memiliki harapan yang jauh lebih mendesak untuk mendapatkan mereka yang mampu melakukan kehendak-Nya di bumi, dan terlebih lagi, untuk mendapatkan sekelompok orang yang mampu membebaskan diri dari kekuatan kegelapan, dan yang tidak terikat oleh Iblis, dan mampu menjadi saksi bagi Dia di bumi. Mendapatkan sekelompok orang seperti itu adalah harapan Tuhan sejak lama, sesuatu yang Dia telah nantikan dari sejak saat penciptaan. Jadi, terlepas dari Tuhan menggunakan air bah untuk menghancurkan dunia, atau terlepas dari perjanjian-Nya dengan manusia, kehendak, kerangka berpikir, rencana dan harapan Tuhan semuanya tetap sama. Apa yang ingin Dia lakukan, yang dirindukan-Nya jauh sebelum waktu penciptaan, adalah mendapatkan mereka yang ingin Dia dapatkan di antara umat manusia—mendapatkan sekelompok orang yang mampu memahami dan mengetahui watak-Nya serta mengerti kehendak-Nya, sekelompok orang yang mampu menyembah-Nya. Kelompok orang-orang semacam inilah yang benar-benar mampu menjadi saksi bagi-Nya, dan mereka bisa dikatakan sebagai orang-orang kepercayaan-Nya.
Dikutip dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"
Tuhan Berharap Manusia Dapat Mengenal dan Memahami-Nya
Dari sejak Tuhan pertama kali melibatkan diri-Nya dengan umat manusia, tanpa henti Dia mulai memberitahukan hakikat-Nya, apa yang dimiliki-Nya, dan siapa diri-Nya secara terbuka kepada manusia. Terlepas dari apakah orang-orang segala zaman mampu melihat atau memahami semua itu, Tuhan berbicara kepada manusia dan bekerja di antara manusia, menyingkapkan watak-Nya dan mengungkapkan hakikat-Nya. Dia tidak pernah menutupi atau menyembunyikan apa pun dari manusia, melainkan menyatakannya secara terbuka dan melepaskan watak-Nya sendiri tanpa merahasiakan apa pun. Watak Tuhan, hakikat Tuhan, apa yang dimiliki-Nya dan siapa diri-Nya terus menerus dinyatakan tatkala Dia bekerja dan menjalin hubungan dengan manusia.
Tuhan berharap manusia dapat mengenal-Nya serta memahami watak dan hakikat-Nya. Dia tidak ingin manusia menganggap watak dan hakikat-Nya sebagai misteri abadi, dan Dia juga tidak ingin umat manusia menganggap Tuhan sebuah teka-teki yang tidak pernah dapat dipecahkan. Dia tidak pernah menutupi atau menyembunyikan apa pun dari manusia, melainkan menyatakannya secara terbuka dan melepaskan watak-Nya sendiri tanpa merahasiakan apa pun. Watak Tuhan, hakikat Tuhan, apa yang dimiliki-Nya dan siapa diri-Nya terus menerus dinyatakan tatkala Dia bekerja dan menjalin hubungan dengan manusia.
Hanya setelah umat manusia mengenal Tuhan, barulah mereka dapat mengetahui jalan ke depan dan menerima bimbingan Tuhan. Mereka dapat sungguh-sungguh hidup di bawah kekuasaan Tuhan, hidup di dalam terang, dan hidup di tengah berkat Tuhan. Dia tidak pernah menutupi atau menyembunyikan apa pun dari manusia, melainkan menyatakannya secara terbuka dan melepaskan watak-Nya sendiri tanpa merahasiakan apa pun. Watak Tuhan, hakikat Tuhan, apa yang dimiliki-Nya dan siapa diri-Nya terus menerus dinyatakan tatkala Dia bekerja dan menjalin hubungan dengan manusia. Dia tidak pernah menutupi atau menyembunyikan apa pun dari manusia, terus menerus dinyatakan tatkala Dia bekerja dan menjalin hubungan dengan manusia.
dari "Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru"
Bagaimana orang Kristen melakukan renungan rohani agar hubungan dengan Tuhan menjadi lebih normal? renungan harian kristen membantu Anda memasuki kehidupan rohani yang normal dan lebih dekat dengan Tuhan.
-
Refleksi Kristen: Aku Memiliki Jalan untuk Menyingkirkan DosaOleh Anna, Jerman
Catatan Editor: Apakah engkau masih bergumul dalam penderitaan karena dosa? Apakah engkau putus asa dan kecewa karena engkau hidup terjebak dalam siklus berbuat dosa dan bertobat? Apa yang harus kita lakukan untuk melepaskan diri dari ikatan dosa? Aku berharap dengan membaca artikel ini engkau akan terbantu.
Menangis dalam Dosa
Pada tahun 2001, aku mengikuti ibuku untuk percaya kepada Tuhan, dan tak lama kemudian, aku bergabung dengan gereja dan memulai pelayananku. Aku melihat bahwa saudara-saudariku dapat saling mengasihi, seperti keluarga, yang membuatku merasa sangat dekat dengan mereka. Aku suka menghadiri pertemuan dan menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Tuhan bersama saudara-saudariku, dan di hatiku, aku memandang gereja ini seperti keluargaku sendiri. Setelah itu, aku mengikuti ujian masuk ke sebuah institut teologi dan mulai mempelajari Alkitab.
Perlahan-lahan, aku menemukan semakin banyak hal yang melanggar hukum di dalam gereja. Banyak saudara-saudari yang hidup dalam dosa dan tidak dapat menerapkan ajaran Tuhan. Ketua sekolah Minggu kami dan istrinya sering kali bersekongkol untuk mengambil keuntungan bagi diri mereka sendiri. Ketika organisasi-organisasi kemanusiaan menyumbangkan bantuan, mereka akan segera mengambil sebagian barang terbaik bagi diri mereka sendiri, dan bahkan pendeta kami mengambil bagian dalam perilaku ini, tetapi keluarga-keluarga miskin di gereja jarang mendapatkan apa pun. Khususnya, para pemimpin kelompok kecil, mereka juga sombong dan congkak. Mereka sering meninggikan diri di hadapan kami dan memberikan larangan-larangan bagi orang lain. Para anggota gereja melayani Tuhan demi status dan kepentingan mereka sendiri, dan mereka sering menganggap gereja-gereja lain sebagai gereja yang jelek dan meremehkan orang lain. Sementara perkataan dan tindakan mereka di dalam gereja tampak saleh, mereka menjalani hidup dengan kecongkakan, kelicikan, dan keegoisan, seolah-olah mereka adalah orang yang sama sekali berbeda. Aku juga sama. Di gereja aku berperilaku sangat baik, dan bahkan ketika orang lain memintaku untuk melakukan hal-hal yang tidak kusukai, aku akan melakukan yang terbaik untuk menanggungnya, mengatasi rasa ketidaknyamananku, dan tidak mengungkapkan ketidaksenanganku, tetapi di rumah aku bersikap seenaknya, mementingkan diri sendiri, dan kadang-kadang bahkan meneriaki ibuku. Setelah aku menikah, jika suami dan anakku tidak melakukan apa yang kuminta, aku akan marah kepada mereka. Aku memikirkan bagaimana di sekolah Minggu aku mengajarkan anak-anak untuk melaksanakan ajaran Tuhan dan bersikap mengasihi dan toleran terhadap orang lain, tetapi aku tidak bisa menerapkan hal-hal itu dalam hidupku sendiri, dan aku menyadari bahwa aku hidup dalam dosa. Aku sering berdoa minta pengampunan Tuhan untuk hal ini, tetapi tidak ada yang berubah. Aku merasa putus asa dan bingung. Rasul Paulus berkata: "Karena itu sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus, yang tidak hidup mengikuti daging, tetapi mengikuti Roh. Karena hukum roh kehidupan dalam Kristus Yesus telah membuatku bebas dari hukum dosa dan maut" (Roma 8:1-2). Kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, dan Tuhan mengampuni dosa-dosa kita. Dosa kita dihapuskan, yang seharusnya berarti bahwa kita tidak lagi berbuat dosa, tetapi mengapa aku masih hidup dalam dosa? Mengapa aku tidak bisa menerapkan ajaran Tuhan? Kapan akhirnya aku akan bisa berhenti berbuat dosa?"
Aku bertanya kepada para pengkhotbah tentang kebingunganku, tetapi mereka tidak punya jawabannya. Mereka hanya mengatakan kepadaku untuk beriman kepada Tuhan. Jawaban mereka membuatku merasa tak memiliki jalan apa pun. Pertemuan gereja tidak lagi membantuku, jadi aku berhenti pergi ke pertemuan. Setelah itu, aku sering menonton film-film Kristen di YouTube, mencari makanan rohani kehidupan. Aku menonton banyak khotbah dan ceramah dari banyak pendeta dan penatua, tetapi tidak ada yang bisa membantuku berubah, juga tidak ada yang dapat memberikanku pertumbuhan dalam kehidupan rohani. Aku masih hidup dalam keadaan berdosa pada siang hari dan mengakui dosa-dosaku pada malam hari. Aku tidak tahu kapan aku bisa berhenti berbuat dosa, dan aku sering kali berdoa, menangis, dan memohon kepada Tuhan agar membantuku mengatasi masalah ini.
Terang Muncul Saat Tuhan Mendengarkan Doa-doakuSuatu hari di tahun 2018, ketika aku mencari film-film Kristen, sebuah film berjudul Di Mana Rumahku? menarik perhatianku, jadi karena penasaran, aku mengklik dan menontonnya. Dalam film itu, aku melihat bahwa sang tokoh utama dan para pengkhotbahnya tidak membaca Alkitab, melainkan membaca buku yang berjudul Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia. Aku belum pernah melihat buku ini sebelumnya, tetapi perkataan dalam buku itu berisikan kebenaran dan mampu memecahkan kesulitan praktis manusia. Tokoh utama di film itu, Wen Ya, telah mengalami perceraian orangtuanya saat dia masih kanak-kanak, setelah itu dia menanggung penderitaan karena ibunya sakit parah dan ayahnya meninggal. Namun ketika dia merasa putus asa dan tanpa pengharapan, Tuhanlah yang menyelamatkannya. Firman dalam Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia memungkinkan Wen Ya untuk memahami bahwa kita, sebagai manusia, telah dirusak oleh Iblis, dan kita semua hidup dalam kesengsaraan tanpa pengharapan untuk melepaskan diri, dan bahwa hanya dengan datang ke hadapan Tuhan kita dapat menemukan perlindungan dan hidup berbahagia. Di kemudian hari, Wen Ya bisa keluar dari kesengsaraannya dan menemukan rumahnya yang sebenarnya. Dari film itu, aku melihat bahwa firman dalam buku Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia benar-benar luar biasa. Fiman itu mampu memberiku kekuatan. Aku berpikir, "Siapa yang dapat memungkinkan kita untuk mengetahui watak Tuhan? Siapa yang bisa dengan jelas menjelaskan keberdosaan dan kejahatan umat manusia? Siapa yang bisa memahami alasan mengapa umat manusia hidup dalam kesengsaraan? Dan siapa lagi yang bisa memecahkan masalah manusia yang hidup dalam kesengsaraan?" Aku merasa bahwa firman ini memiliki otoritas, dan tidak dapat diucapkan oleh manusia mana pun. Aku sangat tertarik dengan buku ini, karena aku merasa bahwa firman ini dapat meningkatkan hubunganku dengan Tuhan.
Jadi, aku terus menonton film-film dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Aku menonton film Keselamatan, di mana sang tokoh utama dengan antusias mengorbankan dirinya untuk Tuhan, meninggalkan segalanya untuk memenuhi tugasnya, dan meskipun PKT (Partai Komunis Tiongkok) menangkap dan menyiksanya, dia melanjutkan tugasnya setelah dibebaskan. Dia berpikir bahwa karena dia telah menderita, melakukan perjalanan jauh, memahami banyak kebenaran, dan merupakan seseorang yang memiliki pengetahuan tentang Tuhan, dia seharusnya memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kerajaan surga. Namun kemudian, ujian mendadak datang kepadanya. Istrinya ditangkap dan disiksa sampai mati oleh polisi PKT, dan ketika dia mengetahui hal ini, dia mengeluh kepada Tuhan, menyalahkan Tuhan, salah paham terhadap Tuhan, dan kehilangan imannya kepada Tuhan. Dalam kesengsaraannya, melalui firman Tuhan Yang Mahakuasa, dia tiba pada tahap merenungkan firman tersebut, dan menyadari bahwa dia percaya kepada Tuhan dan melakukan tugasnya untuk mendapatkan berkat, dan bahwa ketika ujian datang, dia masih mampu salah paham dan menyalahkan Tuhan. Setelah itu, dengan membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, dia memahami bahwa dia masih bisa memberontak dan menentang Tuhan, dan bahwa dia belum benar-benar mendapatkan keselamatan. Hanya mereka yang memiliki kasih dan ketaatan yang tulus kepada Tuhan dapat mencapai keselamatan penuh. Ketika dia menjalani ujian ini, pandangannya yang keliru dan gagasannya yang salah tentang kepercayaan kepada Tuhan diubahkan, dia mengembangkan iman yang baru kepada Tuhan, dan dia terus melayani Tuhan. Menonton film itu membuatku menyadari bahwa kasihku kepada Tuhan sama sekali tidak cukup. Jika aku berada di posisi yang sama dengan sang tokoh utama, aku tidak tahu apakah aku akan bisa tetap setia kepada Tuhan. Pengalaman sang tokoh utama di film tersebut memberiku keyakinan bahwa aku harus memperkuat imanku, terus mengikuti Tuhan, dan mengalami keadaan yang serupa agar Tuhan dapat menyucikan watakku yang rusak, karena hanya dengan begitu aku akan dapat memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam kerajaan surga.
Kemudian, ketika aku menonton film tentang penangkapan, kesengsaraan, dan penyiksaan yang diderita oleh saudara-saudari di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa di tangan PKT, aku memperhatikan bahwa sementara mereka mengalami penganiayaan dan ujian, firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah dasar dari iman mereka. Aku sangat ingin membaca firman ini, karena aku merasa firman ini adalah kebenaran; jika tidak, akan sangat sulit bagi saudara-saudari ini untuk tetap setia dan mengikuti Tuhan sementara mereka dianiaya dengan kejam oleh pemerintah PKT. Aku sangat mengagumi iman dan kerinduan mereka yang tak tergoyahkan untuk melayani Tuhan, dan aku merasa bahwa ini adalah hasil yang dicapai oleh pekerjaan Roh Kudus, karena tidak mungkin bagi manusia untuk menghasilkan kesaksian seperti itu. Setelah melihat semua hal ini, aku bahkan menjadi semakin ingin tahu tentang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa.
…………Membaca teks lengkapnya: Refleksi Kristen: Aku Memiliki Jalan untuk Menyingkirkan Dosa -
Orang yang Mendapatkan Keselamatan adalah Orang yang Bersedia Melakukan Kebenaran
Sejak dahulu, kebutuhan untuk memiliki kehidupan gereja yang benar telah disampaikan dalam khotbah-khotbah yang ada. Namun mengapa kehidupan gereja belum membaik dan masih tetap sama? Mengapa tidak ada cara hidup yang benar-benar baru dan berbeda? Apakah baik bagi seseorang yang hidup pada tahun sembilan puluhan untuk hidup seperti kaisar pada zaman dahulu? Meskipun makanan dan minumannya mungkin merupakan kenikmatan yang jarang dicicipi pada zaman dahulu, belum ada perubahan besar dalam kondisi di gereja. Ini seperti memasukkan anggur lama ke dalam botol baru. Lalu, apa gunanya Tuhan berbicara begitu banyak? Gereja-gereja di berbagai tempat tidak berubah sama sekali. Aku telah melihatnya dengan mata-Ku sendiri dan hal itu jelas dalam hati-Ku; meskipun Aku sendiri belum mengalami kehidupan gereja, Aku mengenal kondisi kebaktian gereja seperti mengenali punggung tangan-Ku sendiri. Mereka belum membuat banyak kemajuan. Kembali ke pepatah tadi—seperti memasukkan anggur lama ke dalam botol baru. Tidak ada yang berubah, tidak sedikit pun! Ketika ada orang yang menggembalakan mereka, mereka terbakar seperti api, tetapi ketika tidak ada orang yang mendukung mereka, mereka seperti balok es. Tidak banyak yang dapat berbicara tentang hal-hal yang nyata dan sangat jarang yang dapat mengambil alih kemudi. Meskipun khotbahnya agung, jarang ada orang yang telah mendapati jalan masuk. Sedikit orang mengasihi firman Tuhan. Mereka menangis ketika menerima firman Tuhan, gembira ketika mengesampingkannya, serta menjadi tak berselera dan muramketika pergi dari situ. Terus terang saja, kamu sekalian tidak mengasihi firman Tuhan, dan tidak pernah menganggap perkataan dari mulut-Nya saat ini sebagai suatu harta. Kamu sekalian hanya menjadi cemas ketika membaca firman-Nya dan merasa sangat berat ketika menghafalkannya, dan ketika tiba waktunya untuk menerapkan firman-Nya, seperti menghadapi tugas berat tanpa akhir yang sia-sia belaka—kamu sekalian tidak termotivasi. Kamu sekalian selalu bersemangat saat membaca firman Tuhan, tetapi lupa ketika melakukannya. Bahkan, firman-firman ini tidak perlu diucapkan dengan susah payah dan diulang dengan sabar; orang-orang hanya mendengarkan tetapi tidak melakukannya, oleh karena itu, hal ini telah menjadi penghalang bagi pekerjaan Tuhan. Aku tidak bisa tidak membahas masalah ini. Aku terdorong melakukannya; bukan karena Aku menikmati mengekspos kelemahan orang lain. Kamu sekalian berpikir bahwa penerapanmu cukup dan bahwa ketika pewahyuan berada di tingkat puncak, kamu juga telah memasuki titik puncak tersebut? Apakah ini sesederhana itu? Kamu sekalian tidak pernah memeriksa dasar di mana pengalamanmu akhirnya dibangun. Pada saat ini, kebaktian gerejamu benar-benar tidak dapat disebut kehidupan gereja yang layak, juga sama sekali bukan kehidupan rohani yang layak. Ini adalah perkumpulan sekelompok orang yang suka mengobrol dan bernyanyi. Sebenarnya, tidak ada banyak realitas di dalamnya. Lebih jelasnya, jika kamu tidak melakukan pengamalan, di mana realitasnya? Apakah bukan membual mengatakan kamu memiliki realitas? Mereka yang selalu melakukan pekerjaan adalah orang yang arogan dan sombong, sementara mereka yang selalu taat berdiam diri dan menundukkan kepala, tanpa memiliki kesempatan untuk melakukan pengamalan. Orang yang melakukan pekerjaan, tidak melakukan apa pun selain berbicara, terus menerus mengoceh dengan khotbah-khotbah mereka yang terdengar tinggi, sementara jemaat hanya mendengarkan. Tidak ada transformasi untuk dibicarakan; ini adalah keadaan masa lalu! Saat ini, kemampuanmu untuk berserah diri dan tidak berani ikut campur atau bertingkah degil adalah karena adanya keputusan administratif Tuhan; itu bukanlah perubahan yang telah kamu alami melalui pengalaman hidup. Kenyataan bahwa ada banyak hal yang tidak akan kamu lakukan sekarang, yang pasti kamu lakukan di masa lalu, adalah karena pekerjaan Tuhan begitu jelas sehingga telah menaklukkan orang-orang. Aku ingin bertanya kepada seseorang, berapa banyak pencapaianmu hari ini yang diperoleh dengan keringat kerja kerasmu sendiri? Berapa banyak darinya yang Tuhan beri tahukan kepadamu secara langsung? Bagaimana kamu akan menjawab? Apakah kamu akan tercengang dan tidak mampu berkata-kata? Apakah kamu akan terperangah? Mengapa orang lain dapat berbicara banyak tentang pengalaman mereka sehingga dapat memberimu makanan, sementara kamu hanya menikmati makanan yang telah dimasak oleh orang lain? Apakah kamu tidak merasa hina? Apakah kamu tidak malu?Kamu dapat melakukan pengujian pencarian fakta, menguji mereka di tingkat yang lebih tinggi yang agak lebih baik: Seberapa banyak kebenaran yang kamu pahami? Seberapa banyakkah yang akhirnya kamu lakukan? Siapakah yang lebih kamu cintai, Tuhan atau dirimu sendiri? Apakah kamu lebih sering memberi atau menerima? Seberapa sering kamu meninggalkan dirimu yang lama dan mengikuti kehendak Tuhan ketika memiliki niat yang salah? Beberapa pertanyaan ini saja sudah cukup mencengangkan banyak orang. Bagi kebanyakan orang, bahkan jika mereka menyadari bahwa niat mereka salah, mereka masih secara sadar melakukan kesalahan tersebut, dan mereka tidak bisa meninggalkan kedagingan mereka sendiri. Kebanyakan orang membiarkan dosa mereka merajalela, memungkinkan dosa mengarahkan setiap tindakan mereka. Mereka tidak dapat menaklukkan dosa-dosa mereka, dan terus hidup dalam dosa. Sampai pada tahap ini, siapa yang tidak tahu berapa banyak perbuatan jahat yang telah ia lakukan? Jika kamu mengatakan kamu tidak tahu, Aku akan mengatakan bahwa kamu bohong. Terus terang, itu semua adalah keengganan untuk meninggalkan dirimu yang lama. Apa gunanya mengucapkan begitu banyak "kata pertobatan dari hati" yang tidak berharga? Apakah ini akan membantumu bertumbuh dalam kehidupan? Mengenal diri sendiri adalah pekerjaan penuh-waktumu. Aku menyempurnakan orang melalui penyerahan diri mereka dan penerapan firman Tuhan dalam hidup mereka. Jika kamu hanya mengenakan firman Tuhan seperti kamu mengenakan pakaian, hanya untuk terlihat cerdas dan manis, bukankah kamu menipu diri sendiri dan orang lain? Jika yang kamu miliki hanyalah kata-kata dan kamu tidak pernah melakukannya, apa yang akan kamu capai?Banyak orang dapat berbicara sedikit tentang penerapan dan kesan pribadi mereka, tetapi sebagian besar adalah penerangan yang diperoleh dari perkataan orang lain. Sama sekali tidak mencakup apa pun dari penerapan pribadi dan apa yang mereka lihat dari pengalaman mereka sendiri. Aku telah menelaah masalah ini sebelumnya; jangan pikir Aku tidak tahu apa-apa. Kamu hanyalah seekor macan kertas, tetapi kamu berbicara tentang menaklukkan Iblis, memberikan kesaksian yang penuh kemenangan, dan tentang hidup dalam gambaran Tuhan? Ini semua omong kosong! Apakah kamu pikir semua perkataan yang diucapkan oleh Tuhan hari ini adalah untuk kamu kagumi? Mulutmu berbicara tentang meninggalkan dirimu yang lama dan melakukan kebenaran, tetapi tanganmu melakukan perbuatan lain dan hatimu sedang merencanakan rencana lain—orang macam apa kamu ini? Kenapa hati dan tanganmu tidak sejalan? Begitu banyak khotbah telah menjadi perkataan kosong; tidakkah ini memilukan hati? Jika kamu tidak dapat melakukan firman Tuhan, ini membuktikan bahwa kamu belum memasuki cara bekerja Roh Kudus, kamu belum memiliki karya Roh Kudus di dalam dirimu, dan kamu belum memiliki bimbingan-Nya. Jika kamu mengatakan bahwa kamu hanya mampu memahami firman Tuhan tetapi tidak dapat melakukannya, berarti kamu adalah orang yang tidak mencintai kebenaran. Tuhan tidak datang untuk menyelamatkan orang semacam ini. Yesus menanggung penderitaan hebat ketika Dia disalibkan untuk menyelamatkan orang berdosa, untuk menyelamatkan orang miskin, untuk menyelamatkan orang-orang yang rendah hati. Penyaliban-Nya membawa korban penghapus dosa. Jika kamu tidak dapat melakukan firman Tuhan, kamu harus cepat pergi; jangan jadi pembonceng berlama-lama di rumah Tuhan. Banyak orang bahkan merasa sulit untuk menghentikan diri mereka dari perbuatan-perbuatan yang jelas menentang Tuhan. Bukankah mereka cari mati? Bagaimana mereka dapat berbicara tentang memasuki Kerajaan Tuhan? Akankah mereka memiliki keberanian untuk memandang wajah-Nya? Makan makanan yang Dia sediakan untukmu, melakukan hal-hal menyimpang yang menentang Tuhan, bertindak jahat, berbahaya, dan licik, bahkan ketika Tuhan mengizinkanmu menikmati berkat-berkat yang telah Dia limpahkan kepadamu—tidakkah kamu merasa tanganmu terbakar saat menerimanya? Apakah kamu tidak merasa wajahmu memerah? Setelah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan Tuhan, telah melakukan rencana untuk "menyimpang," apakah kamu tidak merasa takut? Jika kamu tidak merasakan apa-apa, bagaimana kamu bisa berbicara tentang masa depan? Sudah lama tidak ada masa depan bagimu, jadi harapan apa lagi yang bisa kamu miliki? Jika kamu mengatakan sesuatu yang memalukan tetapi tetap tidak merasa menyesal, dan hatimu tidak memiliki kesadaran, bukankah itu berarti kamu telah ditinggalkan oleh Tuhan? Berbicara dan bertindak dengan seenaknya dan bebas telah menjadi sifatmu; bagaimana kamu bisa disempurnakan oleh Tuhan seperti ini? Apakah kamu bisa berjalan di dunia ini? Siapakah yang dapat diyakinkan olehmu? Mereka yang mengenal sifat sejatimu akan menjaga jarak mereka. Apakah ini bukan hukuman Tuhan? Setelah mempertimbangkan semuanya, jika hanya ada kata-kata tanpa perbuatan, tidak ada pertumbuhan. Meskipun Roh Kudus mungkin bekerja atasmu pada saat kamu berbicara, jika kamu tidak melakukan pengamalan, Roh Kudus akan berhenti bekerja. Jika kamu terus seperti ini, bagaimana bisa ada pembicaraan tentang masa depan atau memberikan seluruh keberadaanmu kepada pekerjaan Tuhan? Kamu hanya berbicara tentang memberikan seluruh dirimu, tetapi kamu tidak memberikan kepada Tuhan hatimu yang benar-benar mengasihi Dia. Semua yang Tuhan terima adalah hati dari perkataanmu, dan bukan hati dari perbuatanmu. Inikah tingkat pertumbuhan sejatimu? Jika kamu terus seperti ini, kapan kamu akan disempurnakan oleh Tuhan? Apakah kamu tidak merasa cemas akan masa depanmu yang gelap dan suram? Apakah kamu tidak merasa bahwa Tuhan telah kehilangan harapan dalam dirimu? Apakah kamu tidak tahu bahwa Tuhan ingin menyempurnakan orang-orang yang lebih baru dan lebih banyak? Mungkinkah hal-hal lama dapat bertahan? Kamu tidak mengindahkan firman Tuhan hari ini: Apakah kamu menunggu esok hari?
Apakah Anda ingin tahu perbedaan antara jalan pertobatan dan jalan kehidupan kekal? Apakah Tuhan Yang Mahakuasa adalah kedatangan kembalinya Tuhan Yesus? Silakan klik tautan untuk memahami lebih lanjut.
-
15 Lagu Rohani Kristen tahun 2020 - Kumpulan Lagu Pujian dan Penyembahan00:00:00【Setiap Orang Punya Peluang untuk Disempurnakan】
00:03:06【Hidup yang Paling Berarti】
00:07:25【Jadilah Seorang yang Menerima Kebenaran】
00:11:44【Bangkit, Bekerja Samalah dengan Tuhan】
00:16:06【Tuhan dan Umat Manusia Berbagi Kebahagiaan Sempurna dari Kesatuan】
00:21:56【Hanya Mereka yang Merindukan dan Mencari Kebenaran Akan Melihat Tuhan】
00:25:29【Hidup untuk Melakukan Kehendak Tuhan adalah Hidup yang Paling Bermakna】
00:29:18【Otoritas dan Kuasa Tuhan Diperlihatkan dalam Daging】
00:33:02【Jalan Menuju Pengenalan Otoritas Tuhan】
00:36:11【Hidup Sesuai Firman Tuhan untuk Mengubah Watakmu】
00:39:59【Tuhan Suka Mereka yang Punya Tekad】
00:43:23【Tanggung Jawab Orang Percaya Sejati】
00:46:56【Hanya Dengan Berkarya dalam Daging Tuhan Memperoleh Umat Manusia】
00:51:38【Tak Seorang pun Sadar akan Kedatangan Tuhan】
00:56:13【Manusia Harus Menyembah Tuhan Supaya Punya Takdir yang Baik】