-
×
[PR]上記の広告は3ヶ月以上新規記事投稿のないブログに表示されています。新しい記事を書く事で広告が消えます。
-
Mengungkap Misteri di Balik Matius 24:36: "Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu"Oleh Saudari XinjieKeempat bulan berdarah telah muncul, dan bencana-bencana seperti gempa bumi, kelaparan, dan epidemi semakin sering terjadi. Nubuat-nubuat tentang kedatangan kembali Tuhan pada dasarnya telah digenapi, dan beberapa orang telah secara terbuka memberi kesaksian secara daring bahwa Dia telah datang. Beberapa saudara-saudari kebingungan, karena dengan jelas tertulis dalam Alkitab: "Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, tidak juga malaikat di surga, maupun Anak, hanya Bapa-Ku yang di surga yang tahu" (Matius 24:36). Bagaimana mereka bisa tahu bahwa Tuhan telah datang kembali? Apakah Dia benar-benar telah datang kembali? Apa yang harus kita lakukan untuk dapat menyambut Dia? Marilah kita mempersekutukan pertanyaan ini bersama-sama.
"Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu"—Apa maksud ayat ini?
Beberapa saudara-saudari percaya, berdasarkan ayat Alkitab ini, "Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu" bahwa ketika Tuhan datang kembali, tak ada seorang pun yang akan tahu. Inilah sebabnya tak seorang pun dari mereka yang percaya atau mempertimbangkan klaim dari orang-orang yang menyebarkan kabar tentang kedatangan Tuhan kembali. Apakah ini benar-benar pemahaman yang benar, atau tidak? Apakah itu sesuai dengan kehendak Tuhan? Tuhan Yesus pernah bernubuat: "Dan pada tengah malam terdengar teriakan, 'Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'" (Matius 25:6). "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku" (Wahyu 3:20). Kita dapat memahami dari ayat-ayat Alkitab ini bahwa setelah Tuhan datang kembali pada akhir zaman, Dia akan mengetuk pintu kita dengan firman-Nya, dan bahkan akan meminta kita keluar dan menyambut-Nya dengan berseru, "mempelai laki-laki datang." Karena ada orang-orang yang mengabarkan kepada kita tentang kedatangan Tuhan kembali, ini menunjukkan bahwa ketika Dia telah datang, Dia pasti akan memberi tahu manusia. Jelas sekali, memahami "Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu" dengan pengertian bahwa tak ada seorang pun yang mengetahui kedatangan Tuhan kembali setelah itu terjadi adalah sama sekali keliru.Jadi bagaimana seharusnya kita menafsirkan ayat Alkitab ini? Kita dapat menghubungkan ayat-ayat berikut ini: "Sekarang, pelajarilah perumpamaan tentang pohon ara; Ketika rantingnya melunak, dan mengeluarkan daun, kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat: Demikian juga kamu, ketika kamu akan melihat semua hal ini, tahu bahwa itu sudah dekat, bahkan di depan pintu. Langit dan bumi akan berakhir, tapi firman-Ku tidak akan berakhir. Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, tidak juga malaikat di surga, maupun Anak, hanya Bapa-Ku yang di surga yang tahu" (Matius 24:32-36). "Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga" (Matius 24:44). Dan Wahyu 3:3 berkata, "Jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang kepadamu bagaikan pencuri dan engkau tidak akan tahu kapan waktunya Aku akan datang kepadamu." Ayat-ayat ini menggunakan tanda-tanda kedatangan kembali Tuhan untuk memberi tahu kita. Ayat-ayat itu menyebutkan bahwa "Anak Manusia akan datang" dan "bagaikan pencuri". "Anak Manusia" sesungguhnya mengacu kepada Tuhan yang berinkarnasi; tubuh rohani tidak bisa disebut Anak Manusia. Hanya seseorang seperti Tuhan Yesus—Roh Tuhan yang mengenakan daging, yang telah datang di antara manusia untuk melakukan pekerjaan yang sangat praktis, yang memiliki kemanusiaan yang biasa—yang dapat disebut Anak Manusia. "Bagaikan pencuri" artinya datang dengan diam-diam dan secara rahasia. Dari sini jelas bahwa kedatangan Tuhan melibatkan Dia turun ke bumi secara diam-diam dalam daging sebagai Anak Manusia. Mengingat bahwa Dia turun secara rahasia, kita tidak akan melihat-Nya dengan mudah, karena hari dan saat Tuhan menampakkan diri sebagai manusia yang berinkarnasi tidak diketahui oleh semua orang. Dengan kata lain, "Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu" artinya tak ada seorang pun yang tahu kapan tepatnya kedatangan Tuhan kembali. Namun, setelah Dia datang untuk berbicara dan bekerja, pasti akan ada beberapa orang yang mengetahuinya, dan inilah saatnya kita harus sadar. Ketika kita mendengar orang-orang menyebarkan Injil tentang kedatangan Tuhan kembali, kita harus mencari dan menyelidiki; baru setelah itu kita dapat menyambut Tuhan dan makan bersama-sama Dia. Namun, sekarang, kita tidak saja belum sadar, tetapi kita juga tidak pergi untuk mencari atau menyelidiki saat kita mendengar orang lain menyebarkan kabar tentang kedatangan Tuhan kembali. Dengan demikian, bukankah itu berarti kita belum kita memahami kehendak Tuhan? Marilah kita membaca beberapa ayat lagi dari firman Tuhan, dan kita akan mendapatkan pemahaman dari ayat-ayat Alkitab ini.Tuhan Yang Mahakuasa telah berfirman: "Pada waktu fajar menyingsing, tanpa sepengetahuan siapa pun, Tuhan datang ke bumi dan memulai kehidupan-Nya dalam rupa manusia. Manusia tidak menyadari momen ini. Mungkin mereka semua sedang tertidur pulas, mungkin banyak yang terjaga dengan waspada sambil menunggu, dan mungkin banyak yang sedang berdoa dalam hati kepada Tuhan yang di surga. Namun di antara sekian banyak orang ini, tidak seorang pun mengetahui bahwa Tuhan telah tiba di bumi" ("Pekerjaan dan Jalan Masuk (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Pada mulanya, waktu Yesus belum secara resmi melakukan pelayanan-Nya, seperti murid-murid yang mengikuti-Nya, kadang-kadang Yesus juga menghadiri pertemuan ibadah, dan menyanyikan lagu pujian, memuji, dan membaca Perjanjian Lama dalam Bait Suci. Setelah Dia dibaptis dan keluar dari air, Roh secara resmi turun ke atas-Nya dan mulai bekerja, menyingkapkan identitas-Nya dan pelayanan yang harus dilakukan-Nya. Sebelum ini, tidak ada seorang pun yang mengetahui identitasnya, selain Maria, bahkan Yohanes pun tidak. Yesus berusia 29 tahun pada waktu dibaptis. Setelah pembaptisan-Nya selesai, surga terbuka, dan sebuah suara berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-NyTuhan Aku berkenan." Setelah Yesus dibaptis, Roh Kudus mulai memberikan kesaksian tentang Dia dengan cara ini. Sebelum dibaptis pada usia 29 tahun, Dia menjalani hidup manusia biasa, makan pada waktu makan, tidur dan berpakaian secara normal, dan tak ada sesuatu dalam diri-Nya yang berbeda dengan orang lain. Tentunya hal ini hanyalah di mata manusia yang bersifat daging. … Alkitab tidak mencatat apa yang Dia lakukan sebelum Dia dibaptis karena Dia tidak melakukan pekerjaan ini sebelum Dia dibaptis. Dia hanyalah manusia biasa, dan merepresentasikan manusia biasa. Sebelum Yesus memulai pelayanan-Nya, Dia tidak ada bedanya dengan orang biasa, dan orang lain tidak dapat melihat perbedaan dalam diri-Nya. Baru setelah mencapai usia 29 tahun, Yesus menyadari bahwa Dia datang untuk menyelesaikan suatu tahap pekerjaan Tuhan. Sebelumnya, Dia sendiri tidak mengetahuinya, sebab pekerjaan yang dilakukan Tuhan tidaklah supernatural" ("Mengenai Sebutan dan Identitas" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").Kita dapat memahami dari firman Tuhan Yang Mahakuasa bahwa tak ada seorang pun yang tahu ketika Tuhan turun ke bumi sebagai daging yang berinkarnasi; bahkan Anak Manusia tidak tahu. Hanya Roh di surga yang mengetahuinya. Namun, ketika Tuhan mulai melakukan pekerjaan-Nya, Roh Kudus memberikan kesaksian tentang pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, dan kemudian memakai para pengikut Tuhan untuk menyebarkan Injil; orang-orang kemudian secara berangsur-angsur mengetahuinya. Sama seperti pada awalnya, Tuhan Yahweh memakai seorang nabi untuk menubuatkan kedatangan Mesias, tetapi kapan dan di mana Mesias akan datang, hanya Tuhan Yahweh yang tahu. Ketika Tuhan Yesus datang kembali dalam rupa manusia untuk bekerja, Dia sendiri bahkan pada awalnya tidak tahu bahwa Dia adalah Sang Mesias, bahwa Dia datang untuk melakukan pekerjaan penebusan. Dia menjalani kehidupan normal seperti manusia biasa. Orang lain juga tidak mengetahui bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, inkarnasi Tuhan itu sendiri. Setelah Tuhan Yesus dibaptis, Roh Kudus mulai memberikan kesaksian kepada-Nya dan Tuhan Yesus mulai mengungkapkan jalan bagi pertobatan manusia, mendemonstrasikan tanda-tanda dan mukjizat Tuhan, dan menyembuhkan orang sakit serta mengusir setan. Beberapa orang berangsur-angsur mulai mengenali bahwa Tuhan Yesus adalah Sang Mesias. Mereka yang pertama kali menerima pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, seperti Petrus dan Yohanes, kemudian mulai melakukan perjalanan ke mana-mana, menyebarkan Injil Tuhan. Jadi keselamatan Tuhan mulai dikenal oleh semakin banyak orang, dan ini telah diturunkan dari zaman ke zaman sampai hari ini. Sekarang ada orang-orang percaya di setiap belahan dunia.Tuhan Yesus juga memberikan nubuat-nubuat ini untuk akhir zaman: "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12–13). "Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:48). Dan Alkitab mencatat: "Sucikanlah mereka dengan kebenaran-Mu: firman-Mu adalah kebenaran" (Yohanes 17:17). "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan" (1 Petrus 4:17). Ketika Tuhan datang kembali, Dia mengungkapkan kebenaran yang lebih banyak dan lebih mulia daripada yang ada di Zaman Kasih Karunia, sesuai dengan tingkat pertumbuhan kita. Dia menghakimi dan menyucikan kita dengan firman-Nya sehingga kita dapat membebaskan diri dari ikatan dosa dan dengan demikian disucikan dan diubahkan. Jadi, ketika Tuhan datang kembali pada akhir zaman untuk menampakkan diri dan melakukan pekerjaan, tentu ada beberapa orang yang mendengar suara Tuhan dan menerima pekerjaan-Nya, dan kemudian melakukan perjalanan ke seluruh dunia untuk menyebarkan kabar baik tentang kedatangan Tuhan kembali. Ini sama dengan ketika kita pertama kali percaya kepada Tuhan; kita baru menerimanya setelah mendengar orang lain menyebarkan Injil tentang penyaliban. Seperti yang tertulis dalam Alkitab, "Demikianlah iman datang dengan mendengar, dan mendengar firman Tuhan" (Roma 10:17).Karena itu, ketika kita mendengar kabar tentang kedatangan Tuhan kembali, kita sama sekali tidak boleh menolaknya secara membabi buta; kita hendaknya mencari dengan pikiran terbuka, bertanya kepada mereka yang menyebarkan Injil, pekerjaan apa yang telah Tuhan lakukan sejak kedatangan-Nya kembali, dan firman apa yang telah Dia ucapkan. Jika kesaksian mereka sesuai dengan nubuat Tuhan, ini adalah bukti bahwa Dia memang telah datang kembali untuk menampakkan diri dan melakukan pekerjaan, dan dengan menerima dan tunduk, kita akan menyambut Tuhan. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Berhubung kita sedang mencari jejak langkah Tuhan, maka kita pun harus mencari kehendak Tuhan, firman Tuhan, perkataan Tuhan—sebab, di mana pun ada firman baru yang diucapkan Tuhan, suara Tuhan ada di sana, dan di mana pun ada langkah kaki Tuhan, perbuatan Tuhan juga ada di sana. Di mana pun ada pengungkapan Tuhan, di sanalah Tuhan menampakkan diri, dan di mana pun Tuhan menampakkan diri, di situlah kebenaran, dan jalan, dan hidup ada. Dalam mencari jejak langkah Tuhan, engkau sekalian telah mengabaikan firman yang mengatakan bahwa 'Tuhan adalah kebenaran, dan jalan, dan hidup.' Itulah sebabnya, banyak orang, bahkan pada saat mereka menerima kebenaran, tidak percaya bahwa mereka telah menemukan jejak langkah Tuhan, apalagi mengakui penampakan Tuhan. Ini kesalahan yang sangat fatal!" ("Penampakan Tuhan Telah Mengantarkan Zaman yang Baru" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").Di seluruh dunia, hanya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang secara terbuka memberi kesaksian bahwa Tuhan telah datang kembali—yaitu, bahwa Kristus akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa, telah mengungkapkan banyak kebenaran dan telah melakukan pekerjaan menghakimi dan mentahirkan manusia. Sebagian besar perkataan Tuhan Yang Mahakuasa dicatat dalam buku Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia. Firman Tuhan telah menjelaskan setiap aspek kebenaran. Itu berbicara dengan sangat jelas tentang misteri inkarnasi Tuhan, kebenaran yang terkandung di dalam Alkitab, tujuan dari rencana pengelolaan Tuhan selama enam ribu tahun bagi umat manusia, perbedaan antara pekerjaan-Nya dan pekerjaan manusia, serta bagaimana Tuhan menghakimi dan mentahirkan orang, bagaimana seharusnya manusia mengenal Tuhan, bagaimana Tuhan menentukan kesudahan dan tempat tujuan untuk setiap manusia, dan sebagainya. Semua kebenaran ini berhubungan dengan pekerjaan Tuhan sendiri; semua itu adalah misteri yang dengan jelas menunjukkan jalan menuju keselamatan bagi kita. Kita harus berusaha memahami apakah memang Roh Kudus-lah yang berkata-kata kepada gereja-gereja, dan apakah memang Tuhan akhir zaman-lah yang melakukan pekerjaan penghakiman-Nya yang dimulai dari rumah-Nya. Inilah caranya kita dapat menguji kebenaran apakah Tuhan Yang Mahakuasa benar-benar Tuhan Yesus yang datang kembali. Aku percaya bahwa asalkan kita memiliki hati yang mencari, Tuhan akan menuntun kita untuk menyambut kedatangan Tuhan kembali! Ini karena, seperti yang Tuhan Yesus katakan: "Diberkatilah orang yang miskin dalam roh: karena kerajaan surga adalah milik mereka" (Matius 5:3).PR -
Lirik Lagu Rohani Kristen Terbaru 2019 - Hanya Ketika Tuhan Menjadi Daging, Manusia Bisa Menjadi Sahabat-Nya
Ketika Tuhan merendahkan diri-Nya,
menjadi daging 'tuk tinggal dengan manusia,
itulah saat mereka,
menjadi sahabat karib-Nya.
Bagaimana manusia layak jadi sahabat-Nya
s'bab Tuhan itu Roh, dan tak terselami?
Hanya dengan jadi s'perti manusia,
m'reka tahu kehendak-Nya dan didapatkan-Nya.
Tuhan berfirman, dan berkarya dalam daging,
berbagi suka, duka dan kesukaran,
dengan manusia, menjaga, tuntun m'reka,
menyucikan 'tuk t'rima berkat kes'lamatan.
Bagaimana manusia layak jadi sahabat-Nya
s'bab Tuhan itu Roh, dan tak terselami?
Hanya dengan jadi seperti manusia
m'reka tahu kehendak-Nya dan didapatkan-Nya.
Maka, manusia 'kan tahu kehendak-Nya
jadi sahabat-Nya; hanya ini caranya.
Jika, Tuhan tak berwujud, tak terlihat manusia,
tak mungkin jadi sahabat-Nya, doktrin yang kosong bukan?
Bagaimana manusia layak jadi sahabat-Nya
s'bab Tuhan itu Roh, dan tak terselami?
Hanya dengan jadi s'perti manusia
m'reka tahu kehendak-Nya dan didapatkan-Nya.
Hanya waktu Tuhan jadi daging, manusia… jadi sahabat-Nya.
dari "Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru"
-
Film Rohani Terbaru | Klip Film DALAM MISI PENGINJILAN(2)Kristus Adalah Tuhan Yang BerinkarnasiSelama dua ribu tahun terakhir, meski orang-orang yang percaya kepada Tuhan telah mengetahui bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, bahwa Dia adalah Tuhan dalam daging, tak seorang pun yang dapat memahami misteri kebenaran yang berkaitan dengan apa sebenarnya inkarnasi Tuhan dan bagaimana kita harus mengenal Tuhan yang berinkarnasi. Inilah sebabnya, ketika Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman menjadi manusia, datang untuk melakukan pekerjaan penghakiman-Nya, sebagian orang memperlakukan Dia seolah Dia hanya orang biasa dan menolak untuk menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman. Orang-orang sangat mungkin kehilangan keselamatan Tuhan di akhir zaman dengan cara ini. Jelaslah bahwa memahami kebenaran inkarnasi sangat penting untuk menyambut kedatangan kembali Tuhan. -
Perintah-Perintah Zaman BaruEngkau sekalian telah diperintahkan untuk memperlengkapi diri dengan firman Tuhan, bahwa terlepas dari apa pun yang dirancangkan bagimu sekalian, semuanya itu diatur oleh tangan Tuhan sendiri, sehingga tidak perlu engkau berdoa begitu sungguh-sungguh dan bermohon—semua itu tidak ada gunanya. Namun dalam kondisi saat ini, masalah-masalah nyata yang engkau sekalian hadapi tidak terbayangkan olehmu. Jika engkau sekalian semata menantikan pengaturan Tuhan, kemajuanmu akan terlampau lambat, dan bagi mereka yang tidak tahu bagaimana mengalaminya akan terjadilah banyak kepasifan. Karena itu, bila engkau tidak mampu memahami hal ini sepenuhnya, engkau akan mengalaminya dalam kebingungan dan kebodohan. Jika yang engkau miliki hanyalah firman tanpa kenyataan, bukankah itu pertanda kekeliruan? Banyak kekeliruan yang terlihat di antara engkau sekalian, dalam kelompok ini. Saat ini engkau sekalian tidak mampu menang atas ujian-ujian tertentu, seperti menjadi "pelaku pelayanan," atau dengan kata lain, tidak mampu membayangkan atau menyelesaikan proses pemurnian lain yang berkaitan dengan firman Tuhan, engkau sekalian harus melakukan banyak hal yang dituntut untuk engkau sekalian lakukan. Dengan kata lain, orang harus menunaikan sekian banyak tugas yang harus mereka laksanakan. Inilah yang harus orang-orang lakukan dan selesaikan. Biarkan Roh Kudus melakukan apa yang harus Roh Kudus lakukan; manusia tidak dapat ambil bagian di dalamnya. Manusia harus melakukan apa yang harus dilakukan manusia, yang tidak ada kaitannya dengan Roh Kudus. Tidak melakukan hal yang lain kecuali yang harus dilakukan manusia, dan harus melakukannya sebagai perintah, sama seperti melakukan hukum Taurat Perjanjian Lama. Meskipun saat ini bukan lagi Zaman Hukum Taurat, masih banyak firman sejenis hukum Taurat yang harus dilakukan, dan firman itu tidak dapat dilakukan semata dengan bergantung pada jamahan Roh Kudus, namun harus dilakukan oleh manusia. Contohnya: Engkau sekalian tidak boleh menilai pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang nyata. Engkau sekalian tidak boleh menentang orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian. Di hadapan Tuhan, engkau harus tahu diri dan tidak boleh bersikap kurang ajar. Berhati-hatilah dalam ucapan dan perkataanmu dan tindakan-tindakanmu haruslah mengikuti pengaturan orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian, engkau sekalian harus menghormati kesaksian Tuhan. Engkau sekalian tidak boleh mengabaikan pekerjaan Tuhan dan firman yang keluar dari mulut-Nya. Engkau tidak boleh menirukan nada suara dan tujuan perkataan Tuhan. Secara lahiriah, engkau tidak boleh melakukan apa pun yang jelas-jelas menentang orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian. Dan seterusnya. Hal-hal inilah yang harus dilakukan setiap orang. Di setiap zaman, Tuhan secara khusus menetapkan banyak aturan sejenis hukum Taurat yang harus dilakukan manusia. Melalui ini, Tuhan membatasi watak manusia dan mengetahui ketulusannya. Misalnya firman yang mengatakan "Hormatilah ayah dan ibumu" dari zaman Perjanjian Lama. Firman ini tidak berlaku di zaman sekarang; pada masa itu, firman ini semata berusaha membatasi watak lahiriah manusia, digunakan untuk memperlihatkan ketulusan iman manusia kepada Tuhan, dan sebagai tanda orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Walaupun sekarang ini adalah Zaman Kerajaan, masih banyak aturan yang harus manusia lakukan. Aturan masa lampau tidak diberlakukan; sebab pada zaman sekarang ada lebih banyak penerapan yang lebih sesuai untuk manusia lakukan, dan yang lebih penting. Penerapan-penerapan itu tidak melibatkan pekerjaan Roh Kudus dan harus dilakukan oleh manusia.Di Zaman Kasih Karunia, banyak penerapan Zaman Hukum Taurat tidak lagi dilakukan karena hukum-hukum ini tidak efektif terutama bagi pekerjaan pada waktu itu. Setelah hukum-hukum ini dikesampingkan, banyak penerapan yang sesuai dengan zaman ini diberlakukan, dan yang menjadi berbagai aturan yang berlaku pada zaman sekarang. Ketika Tuhan zaman sekarang datang, aturan-aturan lama tidak lagi digunakan dan tidak lagi perlu dilakukan, sementara penerapan yang sesuai dengan pekerjaan saat ini diberlakukan. Pada zaman sekarang, penerapan-penerapan ini bukan merupakan aturan, namun bertujuan mencapai suatu dampak; semua itu cocok untuk hari ini—dan besok, siapa tahu, semua itu akan menjadi aturan. Ringkasnya, engkau harus melakukan apa yang menghasilkan buah bagi pekerjaan zaman sekarang. Jangan khawatirkan hari esok: Yang dilakukan hari ini adalah untuk hari ini. Mungkin besok akan ada penerapan yang lebih baik yang harus engkau lakukan—namun jangan terlalu pusingkan hal itu, lakukan saja apa yang harus dilakukan hari ini agar terhindar dari tindakan menentang Tuhan. Pada zaman sekarang, tidak ada yang lebih penting bagi manusia selain melakukan hal berikut ini: Janganlah engkau menipu atau menyembunyikan sesuatu dari Tuhan yang berdiri di hadapanmu. Janganlah engkau mengucapkan perkataan kotor atau congkak di hadapan Tuhan yang berdiri di hadapanmu. Janganlah engkau menipu Tuhan yang ada di hadapanmu dengan ucapan manis dan muluk untuk mendapatkan kepercayaan-Nya. Jangan pernah bertindak tidak hormat di hadapan Tuhan. Engkau harus mematuhi segala perkataan yang keluar dari mulut Tuhan, tanpa melawan, menentang, atau memperdebatkan firman-Nya. Jangan pula menafsirkan sesuka hatimu firman yang keluar dari mulut Tuhan. Jagalah lidahmu demi menghindarkannya membuatmu menjadi mangsa rencana tipu daya orang fasik. Jagalah langkah kakimu demi menghindarkannya melanggar batas yang telah Tuhan tetapkan bagimu. Melanggar batas akan menyebabkan engkau berkata-kata sombong dan congkak dari sudut pandang Tuhan, yang membuat-Nya jijik terhadapmu. Jangan mengulangi perkataan yang keluar dari mulut Tuhan secara sembarangan dan ceroboh, agar engkau tidak diolok-olok orang lain dan dibodohi Iblis. Haruslah engkau menuruti semua pekerjaan Tuhan zaman sekarang. Bahkan seandainya engkau tidak memahaminya, jangan membuat penilaian atasnya; yang dapat engkau lakukan semata adalah mencari dan bersekutu dengan-Nya. Tiada seorang pun boleh melanggar batas wilayah kekuasaan Tuhan. Tidak ada yang dapat engkau lakukan kecuali melayani Tuhan zaman sekarang dari posisi sebagai manusia. Jangan ajari Tuhan zaman sekarang dari posisimu sebagai manusia—melakukan itu adalah kesesatan. Tidak seorang pun boleh berdiri di posisi orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian; dalam perkataan, dalam tindakan, dan dalam pikiranmu yang terdalam, engkau harus berdiri di posisimu sebagai manusia. Hal ini harus dipatuhi dan merupakan tanggung jawab manusia, itu tidak dapat diubah oleh siapa pun, dan setiap ketidakpatuhan adalah pelanggaran terhadap ketetapan administratif. Hal ini harus dicamkan oleh semua orang.Waktu sekian lama yang telah Tuhan habiskan untuk berbicara dan menyampaikan firman-Nya telah membuat manusia menganggap membaca dan menghafalkan firman Tuhan sebagai tugas utamanya. Tidak ada yang menaruh perhatian pada bagaimana menerapkannya, bahkan apa yang harus engkau sekalian patuhi pun tidak engkau patuhi, jadi hal ini menyebabkan begitu banyak kesukaran dan masalah dalam pelayananmu. Apabila sebelum melakukan firman Tuhan engkau tidak melakukan apa yang seharusnya engkau lakukan, maka engkau adalah salah seorang dari mereka yang dibenci dan ditolak oleh Tuhan. Dalam melakukan penerapan-penerapan ini, engkau haruslah bersungguh-sungguh dan tulus. Jangan menganggap penerapan ini belenggu, namun lakukanlah semua itu sebagai perintah. Pada zaman sekarang, janganlah menyusahkan dirimu dengan memikirkan dampak apa yang harus dicapai; singkatnya, seperti inilah cara Roh Kudus bekerja, dan siapa pun yang melakukan pelanggaran harus mati. Roh Kudus tidak punya emosi dan tidak memedulikan pemahamanmu saat ini. Jika engkau menyinggung-Nya saat ini, Ia akan menghukummu. Jika engkau menyinggung-Nya di wilayah yurisdiksi-Nya, Ia tidak akan mengampunimu. Dia tidak peduli seberapa seriusnya dirimu dalam melakukan perkataan Yesus. Jika engkau melanggar perintah Tuhan zaman sekarang, Dia akan menghukummu; Dia akan menghukum mati dirimu. Bagaimana mungkin bisa diterima kalau engkau tidak melakukan perintah Tuhan? Engkau harus melakukannya—bahkan bila itu berarti penderitaan yang ringan! Tidak peduli agama, bangsa, atau denominasi apa pun, di masa depan mereka semua harus melakukan penerapan-penerapan ini. Tidak ada yang dikecualikan dan tak seorang pun akan terhindar! Karena itulah yang akan dilakukan Roh Kudus pada zaman sekarang, dan itu tidak terbantahkan oleh siapa pun. Meskipun penerapan itu bukan perkara besar, itu harus dilakukan oleh semua orang, karena merupakan perintah yang ditetapkan bagi manusia oleh Yesus, yang telah dibangkitkan dan diangkat ke surga. Tidakkah "Jalan ... (7)" telah mengatakan bahwa definisi Yesus tentang apakah engkau orang benar atau berdosa adalah berdasarkan sikapmu terhadap Tuhan pada saat ini? Jangan ada yang melewatkan poin ini. Dalam Perjanjian Lama, generasi demi generasi orang Farisi percaya kepada Tuhan, namun ketika tiba Zaman Kasih Karunia mereka tidak mengenal Yesus, dan menentang Dia. Karenanya semua yang mereka lakukan adalah sia-sia, tidak ada gunanya, dan Tuhan tidak berkenan menerimanya. Bila engkau dapat memahami hal ini, maka engkau tidak akan mudah jatuh dalam dosa. Mungkin banyak orang telah membanding-bandingkan diri mereka dengan Tuhan. Bagaimana rasanya menentang Tuhan, apakah terasa pahit atau manis? Seharusnya engkau mengerti hal ini—jangan berpura-pura tidak tahu. Di dalam hatinya, sebagian orang mungkin tetap tidak dapat diyakinkan. Namun Aku menyarankanmu untuk mencobanya, lalu lihatlah—lihat seperti apa rasanya. Ini akan mencegah banyak orang merasa curiga mengenainya. Banyak orang membaca firman Tuhan namun diam-diam menentang Dia di dalam hatinya. Setelah menentang Dia seperti ini, tidakkah engkau merasa seperti sebilah pisau ditancapkan ke dalam hatimu? Jika bukan percekcokan keluarga, atau sakit-penyakit jasmani, atau pembangkangan dari anak-anakmu. Sekalipun tubuh jasmanimu diampuni dari hukuman mati, tangan Tuhan tidak akan berhenti menekanmu. Engkau pikir sesederhana itu? Secara khusus, bahkan lebih penting lagi bagi orang yang dekat dengan Tuhan untuk berfokus pada hal ini. Seiring waktu, engkau akan melupakannya, dan tanpa menyadarinya, engkau akan terperosok ke dalam pencobaan, engkau akan menjadi tidak peduli akan apa pun, dan inilah awal dirimu berdosa. Apakah ini tampak remeh bagimu? Jika dapat melakukannya dengan baik, maka engkau berkesempatan untuk disempurnakan—untuk menerima tuntunan dari mulut Tuhan sendiri di hadapan-Nya. Jika engkau sembarangan, itu akan menjadi masalah bagimu—engkau akan menjadi musuh Tuhan, perkataan dan perbuatanmu akan dianggap sebagai kejijikan, dan cepat atau lambat engkau akan tersapu oleh angin kencang dan ombak dahsyat. Setiap orang di antaramu harus memperhatikan perintah-perintah ini. Jika engkau melanggarnya, orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian mungkin tidak akan menghukummu, tetapi Roh Tuhan belum selesai berperkara denganmu, Dia tidak akan mengampunimu. Engkau pikir cukup kuat untuk melawan? Jadi, apa pun yang Tuhan katakan, engkau harus menerapkan firman-Nya, dan melakukannya dengan segala daya upaya yang engkau miliki. Ini bukan perkara main-main! -
Lagu Pujian Gereja Kristen - Doa Umat Tuhan - hidup dalam kasih Tuhan(Video Musik)
Umat Tuhan ditinggikan di hadapan tahta-Nya,banyak doa dalam hati mereka.Tuhan memberkati semua yang kembali kepada-Nya;mereka semua hidup dalam terang.Doakan Roh Kudus agar mencerahkan firman Tuhanagar kita sepenuhnya mengenal kehendak Tuhan.Semoga semua orang menghargai firman Tuhandan datang mencari tahu Tuhan.Semoga Tuhan memberikan lebih banyak kasihkarunia-Nya kepada kita,agar watak kita bisa berubah.Semoga Tuhan menyempurnakan kitamenjadi sehati sepikir dengan-Nya.Semoga Tuhan mendisiplinkan kitaagar kita bisa melakukan tugas kita untuk-Nya.Semoga Roh Kudus membimbing kitauntuk mewartakan dan mempersaksikan Tuhan.Semoga semua orang tahu yang baik dari yang buruk,melakukan kebenaran.Semoga Tuhan menghukum pelaku kejahatandan gereja-Nya damai.Semoga semua orang menunjukkan kasih sejatikepada Tuhan yang paling manis dan menyenangkan.Semoga Tuhan menyingkirkan semua penghalang agar kitabisa memberikan segalanya untuk Tuhan.Semoga Tuhan menjaga hati kita mengasihi Tuhan,tidak meninggalkan Tuhan.Semoga mereka yang ditakdirkan oleh Tuhankembali ke hadirat-Nya.Semoga orang-orang semua menyanyikan pujian merekauntuk Tuhan yang telah memperoleh kemuliaan.Semoga Tuhan menyertai umat-Nya,menjaga kita hidup dalam kasih Tuhan.Semoga Tuhan menyertai umat-Nya,menjaga kita hidup dalam kasih Tuhan.dari "Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru"